CIAMIS, Faktaindonesianews.com — Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menunjukkan kepedulian dan respons cepat terhadap warga terdampak banjir dengan turun langsung ke lokasi bencana. Tanpa mengenal waktu, termasuk pada malam hari, Herdiat selalu bergerak cepat setiap menerima laporan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan laporan terbaru hingga Senin, 9 Februari 2026 pukul 00.00 WIB, banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Cidolog pada Senin (9/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan tanggul Sungai Citalahab jebol, sehingga air meluap dari Sungai Citalahab dan Sungai Ciseel dan merendam permukiman warga.
Wilayah terdampak meliputi Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, tepatnya RT 1 hingga RT 7 RW 2, serta Dusun Ciparay, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog pada RT 1 RW 1.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebanyak 47 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, yakni Masjid Nurul Haq sebanyak 27 jiwa dan Sekolah/Madrasah Al-Ikhsan sebanyak 20 jiwa.
“Tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, aparat desa, dan relawan langsung melakukan kaji cepat serta mengevakuasi warga ke titik pengungsian. Kami juga telah mendistribusikan logistik kedaruratan bagi masyarakat terdampak,” ujar Ani.
Ia menambahkan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy telah menurunkan alat berat untuk menutup sementara tanggul Sungai Citalahab yang jebol sebagai langkah penanganan darurat. Sementara itu, kerugian material masih dalam proses pendataan dan kaji cepat di lapangan.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir langsung untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi sekaligus mengoordinasikan penanganan tanggul yang jebol. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Ciamis.
“Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi, termasuk saat bencana. Kami memastikan penanganan darurat berjalan cepat, kebutuhan warga terpenuhi, dan perbaikan tanggul segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Herdiat saat meninjau lokasi.
Penanganan bencana dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak. BPBD Kabupaten Ciamis berkoordinasi dengan aparat setempat untuk kaji cepat, evakuasi, dan distribusi bantuan. Unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan juga terus bersiaga membantu masyarakat di lapangan.
Hingga laporan ini disusun, kondisi banjir dilaporkan mulai surut. Sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian, sementara warga lainnya telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa genangan dan lumpur.
Kebutuhan mendesak saat ini ialah pembangunan kembali tanggul Sungai Citalahab secara permanen agar mampu menahan debit air saat hujan deras dan mencegah banjir susulan.
Pemerintah Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat. Informasi kebencanaan dapat disampaikan melalui PUSDALOPS BPBD Kabupaten Ciamis di Call Center 081 123 16 567 serta melalui media sosial resmi BPBD Ciamis.






