Faktaindonesianews.com – Usai memperkenalkan diri secara resmi di Indonesia pada November 2025, Changan akhirnya tampil perdana di hadapan publik Tanah Air melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Meski baru memasuki pasar Indonesia, Changan menegaskan dirinya bukan merek pendatang baru, melainkan produsen otomotif dengan sejarah panjang lebih dari satu abad.
Di negara asalnya, China, China Changan Automobile Group Co., Ltd. (CCAG) telah berdiri sejak 1862, menjadikannya salah satu produsen otomotif tertua di dunia dengan usia mencapai 164 tahun. Perusahaan milik pemerintah China ini mencatat tonggak penting dengan capaian 30 juta unit kendaraan yang diproduksi hingga Desember 2025.
Kapasitas produksi masif tersebut ditopang oleh keberadaan State Key Laboratory of Intelligent Vehicle Safety Technology, lembaga riset utama di China yang berfokus pada pengembangan keselamatan, kecerdasan buatan, dan elektrifikasi kendaraan. Institusi ini berperan penting dalam riset pengemudian cerdas, sistem keselamatan aktif, serta pengujian virtual guna menghadirkan kendaraan yang aman, cerdas, dan terkoneksi.
Changan mengklaim sebagai satu-satunya produsen otomotif yang memiliki institusi penelitian dengan status State Key Laboratory tersebut. Selain itu, Changan juga tercatat sebagai merek otomotif pertama di China yang memperoleh persetujuan Level 3 Autonomous Driving, menandai kapabilitasnya dalam teknologi kendaraan otonom.
Tak hanya menonjol di sisi teknologi, Changan menerapkan standar kualitas yang ketat. Setiap kendaraan yang diproduksi wajib melewati pengujian ekstrem lebih dari 5 juta kilometer melalui sistem verifikasi internal Changan Automotive Intelligent Technology Validation System (CA-ITVS). Proses ini dirancang untuk menjamin ketahanan kendaraan hingga 10 tahun pemakaian atau setara 260.000 kilometer.
Sebagai produsen global, Changan juga mengoperasikan jaringan pusat riset dan pengembangan (R&D) di enam negara, yakni China, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman. Kehadiran R&D lintas negara ini memungkinkan Changan mengembangkan produk yang adaptif terhadap kebutuhan pasar global.
“Partisipasi perdana Changan di IIMS 2026 menegaskan komitmen jangka panjang kami di Indonesia. Berbekal warisan industri lebih dari 160 tahun, pengalaman produksi otomotif lebih dari 40 tahun, serta dukungan jaringan R&D global di enam negara, setiap kendaraan Changan dikembangkan melalui pengujian nyata untuk memastikan kualitas, durabilitas, dan keandalan jangka panjang,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Changan membawahi sejumlah merek yang dipasarkan secara global, di antaranya Avatr, Deepal, Changan, dan Kaicene. Untuk pasar Indonesia, distribusi dan penjualan kendaraan Changan dipegang oleh IMG Sejahtera Langgeng, anak usaha Indomobil Sukses International, yang bermitra dengan Mobitech Co Ltd, anak perusahaan Changan di bidang perdagangan internasional.
Saat ini, Changan Indonesia memulai kiprahnya dengan dua model, yakni Deepal SO7 dan Changan Lumin. Deepal SO7 merupakan SUV listrik yang telah meraih penghargaan Best Exterior Design dari Torino Automotive Design Award 2025 serta mengantongi rating bintang lima Euro NCAP, dengan penjualan global mencapai 350 ribu unit. Sementara Changan Lumin telah mencatat penjualan lebih dari 500 ribu unit di pasar global.
“Di Indonesia, kemitraan strategis dengan Indomobil Group memastikan kehadiran Changan tidak sekadar menghadirkan produk global, tetapi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Setiawan.
Dengan bekal sejarah panjang, teknologi mutakhir, serta dukungan mitra lokal kuat, Changan menegaskan ambisinya untuk menjadi pemain serius di industri otomotif Indonesia.






