Dedi Mulyadi Klaim Masalah Sampah Bandung Raya Mulai Teratasi, Solusi Energi Listrik Disiapkan di Sarimukti

Dedi Mulyadi Klaim Masalah Sampah Bandung Raya Mulai Teratasi, Solusi Energi Listrik Disiapkan di Sarimukti

Faktaindonesianews.com, Bandung – Permasalahan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di wilayah Bandung Raya kini disebut mulai menemukan titik terang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa solusi konkret telah disiapkan melalui program pengolahan sampah menjadi energi listrik yang akan dipusatkan di kawasan Sarimukti.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan sampah yang digelar di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Senin (6/4/2026). Pertemuan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga kepala daerah di Jawa Barat, termasuk perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup.

Bacaan Lainnya

Dalam forum tersebut, Dedi—yang akrab disapa KDM—mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinilai berhasil merumuskan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Kita akhirnya menemukan solusi untuk masalah yang selama ini tidak pernah tuntas, yaitu mengolah sampah menjadi energi listrik,” tegasnya.

Pengolahan Sampah Dipusatkan di Sarimukti

Solusi utama yang disepakati adalah menjadikan TPA Sarimukti sebagai pusat pengolahan sampah terpadu. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas besar, yakni mampu menangani sekitar 3.700 ton sampah per hari dari berbagai wilayah di Bandung Raya.

Menurut Dedi, sistem baru ini tidak hanya berfokus pada pembuangan, tetapi juga pada pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi energi.

Ia pun optimistis, dengan dukungan semua pihak, persoalan sampah di Bandung Raya dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

“Ini adalah tanggung jawab kami. Dengan kerja sama yang solid, kami yakin dalam tiga tahun kondisi akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Respons Publik: Teknologi Saja Tidak Cukup

Meski rencana ini mendapat apresiasi, respons publik di media sosial menunjukkan bahwa solusi teknologi saja belum cukup. Sejumlah warganet menilai bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah juga menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.

Beberapa di antaranya menyoroti pentingnya edukasi, pemilahan sampah dari sumber, serta penerapan regulasi yang tegas agar masyarakat lebih disiplin dalam membuang sampah.

Di sisi lain, banyak pula yang menyambut positif langkah menjadikan Sarimukti sebagai pusat pengolahan. Program ini bahkan dinilai berpotensi menjadi model percontohan nasional jika berhasil dijalankan secara konsisten.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski konsepnya dinilai menjanjikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap menghadapi tantangan besar dalam tahap implementasi. Mulai dari kesiapan infrastruktur, pengelolaan teknis, hingga konsistensi kebijakan di lapangan menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan.

Selain itu, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pos terkait