Faktaindonesianews.com – Startup kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, dikabarkan tengah mengembangkan chip AI buatannya sendiri sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem teknologi perusahaan. Langkah ini dinilai menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan chip dari Nvidia dan Huawei, yang selama ini menjadi tulang punggung dalam pengembangan serta pengoperasian model AI milik DeepSeek.
Informasi tersebut muncul dari sejumlah sumber yang mengetahui rencana perusahaan. Jika berhasil direalisasikan, proyek ini berpotensi menjadi perubahan besar bagi DeepSeek, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pengembang model AI daripada produsen perangkat keras.
Chip Difokuskan untuk Proses Inference AI
Berdasarkan laporan yang beredar, chip yang sedang dikembangkan DeepSeek dirancang khusus untuk proses inference, yaitu tahap ketika model AI yang telah selesai dilatih memberikan jawaban, membuat prediksi, atau merespons permintaan pengguna.
Berbeda dengan chip untuk training, yang membutuhkan daya komputasi sangat tinggi guna melatih model baru, chip inference lebih difokuskan pada efisiensi saat menjalankan model AI dalam penggunaan sehari-hari.
Strategi ini dianggap penting karena permintaan terhadap layanan AI generatif terus meningkat, sehingga kebutuhan akan perangkat keras yang lebih hemat biaya dan efisien juga semakin besar.
Langkah Besar Masuki Industri Semikonduktor
Apabila proyek tersebut berhasil, DeepSeek akan mengikuti jejak sejumlah perusahaan AI global yang mulai mengembangkan perangkat keras sendiri demi mengendalikan infrastruktur komputasi mereka.
Selama ini DeepSeek dikenal berkat inovasi model AI yang efisien dan mampu menarik perhatian industri teknologi global. Kehadirannya bahkan sempat menjadi perbincangan di Silicon Valley hingga kalangan pembuat kebijakan di Washington setelah meluncurkan model AI berbiaya rendah namun berkinerja tinggi.
Kini, perusahaan yang berbasis di Hangzhou itu mulai memperluas fokus bisnisnya ke sektor semikonduktor, sebuah industri yang selama ini didominasi perusahaan-perusahaan besar.
Persaingan dengan Huawei Diperkirakan Semakin Ketat
Selama beberapa tahun terakhir, Huawei menjadi salah satu pemasok utama chip AI bagi DeepSeek setelah pembatasan ekspor chip canggih dari Amerika Serikat membatasi akses perusahaan China terhadap produk Nvidia.
Kondisi tersebut justru mendorong Huawei memperkuat posisinya di pasar domestik. Perusahaan disebut berhasil menguasai hampir separuh pasar chip AI di China yang nilainya diperkirakan mencapai US$50 miliar.
Namun, dominasi tersebut kini mulai menghadapi tantangan baru. Selain DeepSeek, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Alibaba dan Baidu juga tengah mengembangkan chip AI mereka sendiri guna mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal.
Masih Tahap Awal Pengembangan
Sumber yang mengetahui proyek tersebut menyebut pengembangan chip DeepSeek masih berada pada tahap awal.
Dalam setahun terakhir, perusahaan dilaporkan aktif menjalin komunikasi dengan berbagai mitra, mulai dari perusahaan desain chip hingga produsen memori, guna mendukung proses pengembangan.
Selain itu, DeepSeek juga disebut melakukan perekrutan insinyur semikonduktor secara tertutup dalam beberapa bulan terakhir. Rekrutmen dilakukan tanpa membuka lowongan secara publik sebagai bagian dari strategi menjaga kerahasiaan proyek.
Mengikuti Jejak OpenAI dan Anthropic
Langkah DeepSeek mencerminkan tren baru di industri AI global, di mana perusahaan pengembang model kecerdasan buatan mulai membangun chip mereka sendiri.
Sebelumnya, OpenAI memperkenalkan chip inference pertamanya yang diberi nama Jalapeno, hasil kolaborasi dengan Broadcom. Sementara itu, Anthropic juga dikabarkan sedang mengevaluasi kemungkinan mengembangkan perangkat keras AI secara mandiri.
Dengan memiliki chip sendiri, perusahaan AI dapat mengoptimalkan performa model, mengurangi biaya operasional, sekaligus mengendalikan pasokan perangkat keras yang menjadi komponen penting dalam pengembangan teknologi AI modern.
Dipengaruhi Pembatasan Ekspor Amerika Serikat
Bagi DeepSeek, pengembangan chip internal juga memiliki nilai strategis karena berkaitan dengan kebijakan ekspor Amerika Serikat.
Pemerintah AS terus memperketat pembatasan penjualan chip AI tercanggih kepada perusahaan-perusahaan China. Sebelumnya, DeepSeek menggunakan Nvidia H800, sebuah chip yang awalnya dirancang khusus untuk pasar China sebelum akhirnya ikut terkena larangan ekspor pada akhir 2023.
Setelah pembatasan tersebut diberlakukan, DeepSeek semakin mengandalkan prosesor Huawei Ascend. Bahkan pada April lalu, perusahaan memperkenalkan model V4 yang telah dioptimalkan untuk berjalan menggunakan chip Huawei, dan Huawei mengonfirmasi bahwa proses pelatihan model V4-Flash memanfaatkan prosesor Ascend.






