Dinas Kesehatan Banjar Ungkap Hasil Pemeriksaan Kasus Dugaan Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Dinas Kesehatan Banjar Ungkap Hasil Pemeriksaan Kasus Dugaan Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Banjar, Faktaindonesianews.com Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar di Kota Banjar, Jawa Barat, kini mulai menemukan titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar mengumumkan hasil pemeriksaan awal terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut.

Diketahui, kasus dugaan keracunan terjadi di dua lokasi berbeda, yakni SMPN 3 Kota Banjar dengan 81 siswa terdampak dan Pondok Pesantren Darul Ulum dengan dua siswa mengalami gejala serupa.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rohendi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan sejumlah sampel makanan dan minuman ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada 2 Oktober 2025 untuk dilakukan uji laboratorium.

“Hasil pemeriksaan untuk sampel dari Darul Ulum sudah kami terima pada 15 Oktober 2025. Sementara untuk hasil dari SMPN 3 Kota Banjar masih kami tunggu,” ujar Rohendi, Selasa (21/10/2025).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, produk susu kemasan yang sempat diduga sebagai penyebab keracunan dinyatakan negatif, baik dari sisi kimia maupun bakteri. “Untuk hasil dari sampel susu, semuanya negatif, tidak ditemukan kandungan kimia berbahaya maupun bakteri yang bisa menyebabkan keracunan,” tegasnya.

Namun, untuk menu makanan MBG di SMPN 3 Kota Banjar, Rohendi mengakui pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi dari provinsi.“Pengiriman sampel dilakukan bersamaan, tetapi yang dari SMPN 3 Banjar sampai saat ini belum keluar hasilnya,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang ditujukan untuk meningkatkan gizi pelajar. Oleh karena itu, kejelasan penyebab keracunan menjadi penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dinkes Kota Banjar memastikan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap distribusi makanan di sekolah-sekolah penerima program MBG. “Kami ingin memastikan seluruh menu yang disajikan kepada siswa benar-benar aman dan memenuhi standar kesehatan,” kata Rohendi.

Pos terkait