Faktaindonesianews.com – Tren double cleansing semakin populer di kalangan pecinta skincare, terutama yang mengikuti rutinitas perawatan ala Korea Selatan. Metode ini disebut-sebut mampu membersihkan wajah secara maksimal karena dilakukan dalam dua tahap berbeda. Namun, apakah teknik ini benar-benar wajib untuk semua orang?
Secara umum, double cleansing merupakan metode membersihkan wajah dengan dua produk berbeda. Tahap pertama menggunakan oil-based cleanser atau pembersih berbahan dasar minyak. Produk ini berfungsi melarutkan kotoran berbasis minyak seperti sunscreen, makeup, sebum berlebih, dan polusi. Tahap kedua dilanjutkan dengan facial wash berbahan dasar air untuk mengangkat sisa kotoran serta residu dari pembersih pertama.
Banyak ahli kecantikan menilai metode ini efektif, terutama bagi mereka yang rutin memakai makeup tebal dan sunscreen setiap hari. Sunscreen dikenal sulit dibersihkan hanya dengan sabun wajah biasa. Jika tidak terangkat sempurna, sisa produk dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Di sinilah double cleansing dianggap memberikan hasil lebih optimal karena memastikan wajah benar-benar bersih hingga ke lapisan terdalam.
Namun demikian, metode ini tidak selalu cocok untuk semua jenis kulit. Bagi pemilik kulit sensitif atau kering, penggunaan dua produk pembersih sekaligus bisa memicu iritasi jika tidak disesuaikan dengan kondisi kulit. Terlalu sering membersihkan wajah dengan formula yang kurang tepat dapat merusak skin barrier dan menyebabkan kulit terasa tertarik atau kemerahan.
Selain itu, jika seseorang jarang menggunakan makeup tebal dan hanya beraktivitas ringan di dalam ruangan, satu tahap pembersihan dengan produk yang lembut dan sesuai jenis kulit sebenarnya sudah cukup. Penggunaan skincare sebaiknya menyesuaikan kebutuhan, bukan semata-mata mengikuti tren yang sedang viral di media sosial.
Penting untuk memahami bahwa setiap kulit memiliki karakteristik berbeda. Ada yang berminyak, kering, kombinasi, hingga sensitif. Mengenali kondisi kulit membantu menentukan apakah double cleansing memang dibutuhkan atau justru berisiko menimbulkan masalah baru.
Pada akhirnya, kunci utama perawatan wajah bukan terletak pada popularitas metode, melainkan pada kecocokan dengan jenis kulit masing-masing. Double cleansing memang efektif untuk kondisi tertentu, tetapi tidak wajib bagi semua orang. Perawatan yang tepat dan sesuai kebutuhan kulit jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti tren yang sedang populer.






