Jakarta, Faktaindonesianews.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) tengah menyiapkan aplikasi publik yang akan menampilkan laporan kegiatan reses anggota dewan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Langkah ini disebut sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas agar masyarakat dapat memantau langsung kinerja wakilnya di parlemen.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut sedang dikebut dan diharapkan bisa segera digunakan dalam waktu dekat.
“Saya lagi uberin, besok saya mau rapat lagi. Supaya nanti itu udah mulai bisa di-upload-upload,” ujar Dasco, Senin (13/10).
Menurut Dasco, setiap anggota DPR wajib melaporkan kegiatan reses mereka melalui aplikasi ini. Laporan yang masuk akan dapat diakses publik dan dipantau langsung oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk memastikan pelaksanaan reses berjalan sesuai aturan.
“Nanti setiap anggota punya akun masing-masing. Jadi kalau masyarakat mau lihat, tinggal ketik nama anggotanya. Misalnya ‘Sufmi Dasco’, nanti langsung muncul laporan kegiatannya,” jelasnya.
Transparansi dan Tantangan di Lapangan
Dasco mengakui selama ini DPR belum memiliki parameter baku untuk menilai efektivitas kegiatan reses. Ia menilai kegiatan “menyerap aspirasi masyarakat” di lapangan seringkali tidak seragam karena banyak faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi.
“Kadang masyarakat datang bukan untuk menyampaikan aspirasi, tapi minta bantuan bangun fasilitas umum atau sekadar uang saku untuk tim yang bantu kegiatan,” ujarnya.
Hal tersebut membuat sebagian anggota DPR justru harus mengeluarkan dana pribadi untuk memenuhi harapan konstituennya.
“Bisa jadi anggota DPR ini nombok juga. Jadi sulit kalau semua kegiatan itu mau dibakukan dalam aplikasi,” imbuh Dasco.
Dana Reses Naik Jadi Rp702 Juta per Anggota
Sebagai informasi, reses merupakan masa di mana anggota DPR tidak melakukan sidang di kompleks parlemen, melainkan kembali ke dapil untuk berdialog dengan masyarakat, menampung aspirasi, dan melaksanakan kegiatan sosial.
Tahun 2025 ini, DPR mengalokasikan dana reses sebesar Rp702 juta per anggota, naik dari periode sebelumnya yang hanya Rp400 juta.
Dasco menjelaskan, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah titik kunjungan dan komponen kegiatan reses di berbagai daerah.
“Ada perubahan indeks dan jumlah titik reses, sehingga menyebabkan jadi Rp702 juta,” katanya.
Langkah Menuju Parlemen Terbuka
Jika aplikasi ini benar-benar terealisasi, publik akan memiliki akses langsung untuk memantau kegiatan wakil rakyat di dapilnya. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya DPR dalam mendorong parlemen yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Dengan begitu, masyarakat bisa menilai sendiri sejauh mana anggota DPR benar-benar menyerap aspirasi dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar menjalankan formalitas selama masa reses.
