Faktaindonesianews.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menanggapi isu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan gaya santai dan penuh kelakar. Saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih pada Sabtu (16/5), Prabowo meminta masyarakat tidak panik menghadapi penguatan dolar AS yang belakangan menjadi perhatian publik.
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo bahkan berujar bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum menghadapi situasi ekonomi saat ini. Pernyataan tersebut langsung mengundang tawa para tamu dan pejabat yang hadir di lokasi acara.
Menurut Prabowo, dampak penguatan dolar AS tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat pedesaan karena aktivitas ekonomi sehari-hari mereka tidak menggunakan mata uang asing. Ia menilai kehidupan rakyat kecil lebih berkaitan dengan stabilitas kebutuhan pokok seperti pangan, energi, dan pekerjaan dibanding fluktuasi kurs internasional.
Prabowo juga menyebut bahwa pihak yang paling merasakan dampak naiknya dolar adalah kalangan yang sering bepergian ke luar negeri. Dengan nada bercanda, ia kemudian menyinggung sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir dalam acara tersebut, termasuk Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, serta beberapa menteri Kabinet Merah Putih.
Suasana acara sempat cair ketika Prabowo melontarkan candaan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Investasi Rosan Roeslani. Ia juga menyebut nama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, sebagai pengusaha yang mungkin ikut memikirkan dampak penguatan dolar terhadap dunia usaha.
Meski disampaikan dengan gaya ringan, pesan utama Prabowo tetap menekankan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih berada dalam situasi aman. Ia menyebut sektor pangan dan energi nasional masih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global yang melanda banyak negara.
Prabowo menilai Indonesia justru masih lebih baik dibanding sejumlah negara lain yang mengalami tekanan ekonomi cukup berat. Karena itu, ia meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh narasi pesimistis yang menyebut ekonomi Indonesia sedang berada di ambang krisis.
Selain membahas kondisi ekonomi, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran kabinet, pemerintah daerah, hingga kepala desa yang dianggap berhasil bekerja sama dalam menjalankan program Koperasi Merah Putih. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program nasional hanya bisa tercapai jika seluruh unsur pemerintahan bergerak sebagai satu tim yang solid.
Menurut Prabowo, dukungan dari kementerian, gubernur, bupati, hingga aparat desa menjadi kunci utama keberhasilan program pemberdayaan ekonomi rakyat. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya sinergi antar-lembaga demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
