Farhan: ASN Harus Aktif Sosialisasikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)

Bandung, Faktaindonesianews.com Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk proaktif menyosialisasikan perubahan sistem penerimaan siswa yang kini menggunakan istilah Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hal ini disampaikan saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (26/5/2025).

 

Bacaan Lainnya

Farhan menjelaskan, istilah SPMB resmi menggantikan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) berdasarkan aturan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tak hanya mengganti nama, sistem penerimaan ini juga mengalami perubahan mendasar dari sisi teknis.

 

“Hari ini Kota Bandung sedang menjalankan proses penerimaan murid baru. Berdasarkan peraturan terbaru dari kementerian, nomenklatur resmi berubah dari PPDB menjadi SPMB,” ujar Farhan di hadapan ASN Pemkot Bandung.

 

Perubahan paling mencolok, lanjut Farhan, terdapat pada pergeseran sistem zonasi menjadi sistem domisili. Dokumen seperti KTP dan KK kini tak lagi menjadi acuan utama dalam proses seleksi.

 

“Kini yang jadi pertimbangan utama adalah jarak rumah ke sekolah, bukan lagi wilayah administratif. Siswa bisa mendaftar lintas kecamatan, bahkan lintas kabupaten/kota, selama jaraknya memenuhi syarat,” jelasnya.

 

Menurut Farhan, kebijakan baru ini perlu dipahami dan disampaikan secara jelas kepada masyarakat, terutama orang tua siswa. Ia menekankan pentingnya peran ASN, Dinas Pendidikan, serta Cabang Dinas untuk menyusun strategi komunikasi yang efektif.

 

“Jangan sampai ada orang tua yang tidak tahu aturan main sistem domisili ini. Sosialisasi harus dilakukan secara jelas, masif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi SPMB tidak hanya bergantung pada aturan, tapi juga pada peran aktif semua pihak dalam memberikan edukasi yang tepat.

 

“Ini bukan sekadar urusan teknis. Ini soal hak pendidikan anak-anak kita. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan hanya karena kurang informasi,” pungkas Farhan.

Pos terkait