Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, resmi mengukuhkan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bandung serta melantik para pengurus untuk masa bakti 2025–2030, termasuk Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan se-Kota Bandung. Pelantikan ini berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Senin (26/5/2025).
Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tapi juga sebagai simpul penting dalam pemberdayaan masyarakat.
“Posyandu adalah pilar promotif dan preventif yang penting, dari imunisasi, pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi, hingga penyuluhan KB. Semuanya dekat dengan kehidupan warga,” kata Farhan.
Ia menegaskan, penguatan kelembagaan melalui pengukuhan ini merupakan bagian dari revitalisasi Posyandu, agar lebih adaptif menghadapi tantangan pelayanan di lapangan.
“Saya berharap pengurus yang baru bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Butuh program yang inovatif, partisipatif, dan kolaboratif agar manfaat Posyandu menyentuh semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bandung yang baru, Aryatri Benarto, menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendukung transformasi layanan Posyandu. Menurutnya, peran Posyandu kini tidak hanya mencakup sektor kesehatan, tapi juga bersinggungan dengan bidang pendidikan, sosial, perumahan, hingga ketertiban umum.
“Transformasi Posyandu adalah kerja kolektif. Kami membutuhkan dukungan dari OPD seperti Dinkes, Disdik, DSDABM, DPPKP, Satpol PP, dan Dinsos. Langkah awal kami adalah menyosialisasikan transformasi ini, disertai penataan kelembagaan dan penguatan kapasitas kader,” jelas Aryatri.
Dukungan juga datang dari Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, yang turut hadir dan memberikan pesan semangat bagi para kader Posyandu. Ia menyebut tugas yang diemban bukan sekadar jabatan struktural, tapi bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat.
“Tugas ini menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat kelurahan, dari kesehatan ibu dan anak hingga gizi dan pemberdayaan. Ini amanah yang mulia, dan saya dorong agar kader terus bekerja dengan ikhlas dan penuh visi,” ungkap Asep.
Menurutnya, kader Posyandu adalah pejuang di garis depan yang membawa dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat di lingkungannya.
