Farhan Tegaskan Pentingnya Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan di Bandung

Farhan Tegaskan Pentingnya Kepesertaan Aktif BPJS Kesehatan di Bandung

Faktaindonesianews.vom, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya kepesertaan aktif BPJS Kesehatan bagi seluruh warga. Ia tidak ingin ada satu pun warga Kota Bandung yang gagal mendapatkan perawatan medis hanya karena persoalan administrasi.

“BPJS penting untuk kita. Prinsipnya tidak boleh ada satu pun rakyat yang tidak bisa dirawat,” kata Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Babakan Surabaya, Senin, 2 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Target Kepesertaan Minimal 80 Persen

Data di Kelurahan Babakan Surabaya menunjukkan tingkat kepesertaan aktif mencapai sekitar 79 persen. Farhan menargetkan angka tersebut minimal menyentuh 80 persen dalam waktu dekat.

“Kalau 79 persen berarti masih ada 21 persen yang belum aktif atau menunggak. Ini harus kita dorong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) sangat bergantung pada tingkat keaktifan iuran warga. Semakin tinggi partisipasi masyarakat, semakin besar pula kemampuan pemerintah dalam membiayai warga kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan.

Iuran sebagai Bentuk Solidaritas Sosial

Farhan menyebut setiap iuran BPJS memiliki nilai solidaritas sosial.

“Setiap iuran BPJS itu ada amal jariahnya. Karena dari situ kita bisa membantu warga miskin yang tidak mampu bayar,” katanya.

Ia mengingatkan, tanpa kepesertaan aktif BPJS Kesehatan, biaya pengobatan di rumah sakit dapat menjadi beban berat bagi keluarga.

“Begitu masuk rumah sakit dan tidak punya BPJS, biayanya bisa ratusan ribu bahkan lebih. Maka lebih baik kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.

Manfaatkan Layanan Informasi Resmi

Farhan juga mengajak warga memanfaatkan layanan informasi resmi, seperti call center 165, untuk memastikan status kepesertaan dan kelengkapan administrasi.

Menurutnya, jaminan kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sistem perlindungan bersama.

“Ketika sehat, kita membantu yang sakit. Ketika sakit, sistem akan membantu kita,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara kelurahan, kecamatan, dan warga dapat meningkatkan kepesertaan aktif, sehingga perlindungan kesehatan masyarakat di Kota Bandung semakin kuat dan merata.

Pos terkait