“Saya sangat mengharapkan Majelis Ulama melakukan kajian terhadap dalil-dalil yang menguatkan kemampuan warga Kota Bandung menjadi warga tangguh bencana,” pintanya.
Farhan juga mengusulkan kolaborasi antara MUI, Pemkot Bandung, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu pendekatan yang dinilai potensial adalah memanfaatkan jaringan masjid untuk menyampaikan informasi mengenai kesiapsiagaan bencana.
“Karena salah satu metode edukasi tentang masyarakat tangguh bencana yang paling efektif, saya yakin, adalah melalui toa masjid,” katanya.
Selain edukasi kebencanaan, Farhan menyoroti kebutuhan sarana air bersih. Ia menyebut cakupan layanan jaringan air bersih perpipaan di Kota Bandung masih sekitar 38 persen.
Karena itu, ia meminta dukungan para ulama dalam pendataan masjid yang telah berstatus wakaf. Data tersebut diharapkan dapat membantu perencanaan penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat.
5. Ajak Ulama Edukasi Pemilahan Sampah dari Rumah
Agenda kelima yang dititipkan Farhan kepada pengurus MUI adalah pengelolaan sampah. Ia menilai upaya pemerintah mengembangkan metode pengolahan sampah perlu disertai perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Menurutnya, pemilahan sampah merupakan langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
“Saya sangat mengharapkan Majelis Ulama bersama para kiai, bersama para ustaz dan ustazah agar melakukan edukasi tentang pemilahan sampah,” tegasnya.
Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung merencanakan pengembangan pengolahan sampah organik melalui metode kompos di tingkat kewilayahan. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah rumah tangga secara bertahap.
Dalam upaya tersebut, masjid dan tokoh agama diharapkan menjadi bagian dari gerakan edukasi lingkungan. Melalui penyampaian pesan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin terbiasa memilah sampah dan menerapkan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
MUI Diharapkan Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kota Bandung
Lima agenda yang disampaikan Muhammad Farhan menjadi harapan Pemkot Bandung agar peran ulama semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah. Selain membimbing kehidupan keagamaan, MUI diharapkan turut berkontribusi dalam edukasi sosial, penguatan ekonomi umat, penghimpunan dana sosial keagamaan, kesiapsiagaan bencana, dan kepedulian lingkungan.






