Jakarta, Faktaindonesianews.com – Pelatih Timnas Filipina U-23, Garrath McPherson, menyebut duel melawan Timnas Indonesia U-23 pada cabang olahraga sepak bola SEA Games 2025 sebagai pertandingan penting yang menentukan langkah timnya di fase grup. Filipina datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Myanmar pada Jumat (5/12), dan tambahan tiga poin dari laga kontra Indonesia akan memastikan The Azkals muda melaju ke semifinal.
Meski demikian, McPherson memahami bahwa laga tersebut tidak akan berjalan mudah. Ia menyadari betul kualitas lawan yang akan dihadapi para pemainnya, terutama karena skuad Indonesia datang dengan komposisi pemain yang punya jam terbang tinggi di level internasional.
Indonesia Turun dengan Amunisi Tim Senior
Pelatih asal Australia itu memberi perhatian khusus pada beberapa nama yang dipanggil Indra Sjafri ke skuad Garuda Muda. Mulai dari Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, Hokky Caraka, hingga Muhammad Ferarri, semuanya sudah mencatatkan menit bermain bersama Timnas Indonesia senior. Kehadiran mereka membuat kekuatan Indonesia meningkat secara signifikan dibanding turnamen sebelumnya.
Namun bagi McPherson, situasi itu bukanlah hambatan. Ia justru menyebutnya sebagai kesempatan emas bagi para pemain muda Filipina untuk menguji kualitas diri.
“Anda ingin menghadapi lawan seperti ini. Ini luar biasa. Mereka membawa pemain-pemain dari tim senior dan bagi pemain kami, ini kesempatan menghadapi beberapa pemain terbaik di Asia Tenggara,” ujar McPherson.
Filipina Datang dengan Modal Kemenangan
Pada pertandingan sebelumnya, Filipina menang meyakinkan atas Myanmar. Gol Alex Monis serta bunuh diri Latt Wai Phone menjadi pembeda, sekaligus memberi semangat tinggi kepada para pemain jelang laga berikutnya.
Beberapa pemain Filipina juga sudah punya pengalaman bertemu Indonesia U-23. Pada ajang Piala AFF U-23 pertengahan tahun ini, sebagian pemain McPherson tergabung dalam skuad Gerald Vanenburg yang menghadapi Indonesia. Ketika itu, Garuda Muda menang 1-0 setelah bek Filipina Jaime Rosquillo melakukan gol bunuh diri saat salah mengantisipasi lemparan ke dalam dari Robi Darwis.
