Faktaindonesianews.com, Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mulai mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menggelar pelatihan bagi hampir 2.000 calon petugas sensus. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan secara menyeluruh aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bandung, termasuk perkembangan pesat sektor ekonomi digital yang kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026. Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Sensus Ekonomi Dilaksanakan Setiap 10 Tahun Sekali
Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan setiap satu dekade untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi yang ada di masyarakat.
Berbeda dengan survei yang hanya mengambil sampel tertentu, sensus dilakukan secara menyeluruh sehingga seluruh pelaku usaha menjadi sasaran pendataan tanpa terkecuali.
“Kalau sensus, semua didata. Tidak ada yang terlewat. Seluruh pelaku usaha ekonomi dan rumah tangga di Kota Bandung akan menjadi sasaran pendataan,” ujar Nevi saat membuka pelatihan di Hotel Sari Ater Kamboti, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi gambaran nyata kondisi ekonomi Kota Bandung sekaligus bahan evaluasi perkembangan berbagai sektor usaha selama sepuluh tahun terakhir.
Ekonomi Digital Jadi Tantangan Baru
Nevi mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan sensus sebelumnya pada tahun 2016.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi masyarakat secara signifikan. Aktivitas ekonomi yang dahulu banyak dilakukan secara konvensional kini beralih ke platform digital melalui e-commerce, media sosial, aplikasi pembayaran digital, hingga berbagai layanan berbasis internet.
Selain itu, muncul berbagai profesi baru yang sebelumnya belum banyak dikenal, seperti konten kreator, dropshipper, affiliate marketer, hingga pelaku usaha berbasis platform digital lainnya.
“Generasi muda sekarang bisa menghasilkan pendapatan hanya bermodalkan telepon genggam dan internet. Aktivitas ekonomi seperti ini harus terdata karena menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Kota Bandung,” katanya.
BPS menilai pendataan ekonomi digital menjadi salah satu fokus utama agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai struktur ekonomi terkini.
Ratusan Petugas Dibekali Kemampuan Teknis
Pada gelombang pertama pelatihan, sebanyak 650 peserta mengikuti pembekalan yang tersebar di empat training center. Mereka mendapatkan materi mengenai teknik wawancara, penggunaan instrumen pendataan, pemanfaatan aplikasi digital, hingga simulasi pelaksanaan sensus di lapangan.
Pelatihan ini bertujuan memastikan seluruh petugas memiliki pemahaman yang sama sehingga data yang dikumpulkan memiliki kualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Nevi menekankan pentingnya integritas selama proses pendataan berlangsung. Menurutnya, kualitas data menjadi faktor utama keberhasilan sensus karena akan memengaruhi berbagai kebijakan pemerintah di masa mendatang.
“Jangan main-main dengan data. Data yang dikumpulkan akan menentukan arah kebijakan ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat ke depan,” tegasnya.
Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan
Selain mendata pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga akan memperbarui berbagai informasi sosial ekonomi rumah tangga yang sangat dibutuhkan pemerintah dalam menyusun program pembangunan dan bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengapresiasi kesiapan BPS Kota Bandung dalam menyelenggarakan sensus yang dinilai memiliki peran strategis bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, para petugas sensus memiliki tanggung jawab besar karena menjadi ujung tombak dalam menghasilkan informasi ekonomi yang valid dan terpercaya.
“Data yang akurat adalah aset pembangunan yang sangat berharga. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar,” ujar Erwin.
Ia juga mengingatkan para petugas agar menjaga etika, profesionalisme, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.
Hasil Sensus Akan Perkuat Program UMKM
Pemerintah Kota Bandung berencana memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 sebagai landasan dalam memperkuat berbagai program pemberdayaan usaha, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan UMKM Center di 30 kecamatan. Kehadiran pusat layanan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar.
Data hasil sensus nantinya akan menjadi acuan utama dalam menentukan bentuk bantuan, pelatihan, maupun intervensi kebijakan agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.






