Pemkab Ciamis Anugerahkan Penghargaan Lomba Inovasi Daerah 2026, Siapkan Juara Berlaga di Tingkat Jawa Barat

Faktaindonesianews.com, Ciamis – Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Acara penghargaan berlangsung di Halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Kamis (11/6/2026), dan menjadi bentuk apresiasi atas berbagai inovasi yang lahir dari lingkungan birokrasi maupun masyarakat.

Kompetisi inovasi tahun ini mengangkat tema “Kolaborasi dan Partisipasi Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Secara Efektif, Efisien, dan Berkelanjutan”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya menawarkan kebaruan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Inovasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kepala Bapperida Kabupaten Ciamis, David Firdha, menegaskan bahwa pemerintah daerah kini menerapkan standar yang lebih tinggi dalam menilai sebuah inovasi. Menurutnya, inovasi yang berkualitas harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak jangka panjang.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis tidak lagi berfokus pada inovasi yang hanya mengedepankan teknologi tanpa implementasi yang jelas. Sebaliknya, kualitas proses, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta keberlanjutan manfaat menjadi aspek utama dalam penilaian.

“Fokus utama kami saat ini adalah kualitas proses, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta keberlanjutan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar David.

Melalui Tujuh Tahapan Seleksi yang Ketat

Untuk menghasilkan inovasi terbaik, Bapperida menerapkan proses seleksi yang terstruktur dan transparan. Tahapan tersebut dimulai dari sosialisasi program, pendaftaran peserta, bimbingan teknis penyusunan proposal, seleksi administrasi, presentasi di hadapan tim penilai, validasi lapangan, hingga penetapan pemenang.

Proses tersebut memastikan setiap inovasi yang masuk benar-benar memiliki kesiapan implementasi dan relevansi terhadap kebutuhan pembangunan daerah.

David menambahkan bahwa seluruh penilaian dilakukan secara objektif oleh tim independen yang terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat, serta pegiat sosial. Komposisi tersebut dirancang agar hasil penilaian lebih komprehensif dan mencerminkan berbagai perspektif pembangunan.

Antusiasme Peserta Meningkat Signifikan

Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2026 mendapat respons luar biasa dari berbagai kalangan. Sebanyak 125 peserta tercatat mengikuti kompetisi ini.

Dari jumlah tersebut, 98 peserta berasal dari kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 27 peserta berasal dari kategori masyarakat. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa budaya inovasi mulai tumbuh dan berkembang di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat Kabupaten Ciamis.

Menurut Bapperida, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator positif bahwa semangat menciptakan solusi bagi berbagai persoalan daerah semakin mengakar kuat.

Inilah Para Juara Lomba Inovasi Daerah Ciamis 2026

Berdasarkan hasil penilaian akhir, Juara 1 Kategori ASN diraih oleh inovasi Pepatah Manis (Pelayanan Terpadu Pemerintah Untuk Masyarakat Ciamis) yang digagas oleh Drs. Moh. Iskandar, M.Si., dan tim dari Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis.

Inovasi tersebut dinilai berhasil menghadirkan sistem layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Integrasi berbagai layanan pemerintah dalam satu sistem menjadi keunggulan utama yang mendapat apresiasi tinggi dari tim penilai.

Sementara itu, Juara 1 Kategori Masyarakat berhasil diraih oleh inovasi “Pandan Craft Naik Kelas: Napak Tilas Kolot Berbasis Kearifan Lokal untuk Konservasi dan Pemberdayaan Ekonomi Sirkuler Berkelanjutan” yang dikembangkan oleh Dwinarto Rasyid, S.Hut., dan tim dari Kecamatan Rajadesa.

Inovasi tersebut dinilai mampu menggabungkan pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan kearifan lokal dalam satu konsep pembangunan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular (circular economy).

Siap Wakili Ciamis di Kompetisi Inovasi Jawa Barat

Keberhasilan para pemenang tidak berhenti di tingkat kabupaten. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Bapperida berkomitmen memberikan pendampingan dan fasilitasi agar inovasi terbaik dapat bersaing di ajang yang lebih tinggi, yakni Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB).

David Firdha menyebut peningkatan kualitas dan kuantitas peserta menjadi bukti bahwa ekosistem inovasi di Kabupaten Ciamis terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Selain itu, khusus bagi inovator dari kalangan ASN, pemerintah daerah juga akan memberikan dukungan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebagai bagian dari penghargaan dan pengembangan karier aparatur yang berprestasi.

Dorong Peningkatan Daya Saing Daerah

Penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan kepada para inovator. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) serta Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Ciamis di tingkat nasional.

Pemerintah daerah juga berharap seluruh inovasi yang lahir dari kompetisi ini dapat segera diterapkan secara luas, dikembangkan lebih lanjut, dan direplikasi oleh perangkat daerah maupun kecamatan lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

Pos terkait