Faktaindonesianews.com, Ciamis – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idulfitri 1447 H dimanfaatkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya untuk memberikan pengarahan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam apel pagi yang digelar di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Rabu (25/03/2026), ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tertekan.
Dalam arahannya, Herdiat secara terbuka mengungkapkan kondisi fiskal Kabupaten Ciamis yang tengah mengalami defisit hingga Rp150 miliar. Ia mengakui, angka tersebut menjadi tantangan besar, terlebih dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal.
“Jangan sampai APBD yang kecil membuat semangat kita kendur atau melempem. Masalah ini dialami hampir semua daerah di Indonesia, bukan hanya Ciamis. Kita harus membuktikan bahwa dengan keterbatasan, kita justru makin solid,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Herdiat meminta seluruh ASN tetap menjaga kinerja dan profesionalisme dalam melayani masyarakat. Ia menegaskan, kondisi defisit tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik.
Lebih lanjut, Herdiat memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengambil langkah instan seperti menaikkan pajak yang berpotensi membebani masyarakat. Menurutnya, masyarakat saat ini masih dalam tahap pemulihan ekonomi, sehingga kebijakan harus tetap berpihak pada kondisi warga.
Sebagai langkah strategis, ia mendorong jajarannya untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan baru yang lebih mandiri. Selain itu, pola kerja ke depan juga akan disesuaikan dengan fokus pada efisiensi anggaran dalam periode 2025–2030.
Tak hanya soal keuangan, Herdiat juga mengingatkan pentingnya menjaga etika sebagai pejabat publik. Ia meminta ASN untuk menjaga kerahasiaan jabatan serta tidak sembarangan menyampaikan informasi di ruang publik yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Di akhir arahannya, Herdiat turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh ASN. Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan dapat diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
“Saya berharap nilai-nilai ibadah selama Ramadan bisa ditransformasikan ke dalam etos kerja melayani masyarakat,” pungkasnya.
