Jakarta, Faktaindonesianews.com— Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, Juru Bicara Istana sekaligus Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar bagi seluruh santri di Indonesia. Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kemajuan dunia pesantren di Tanah Air.
“Kami mewakili Bapak Presiden dan pemerintah ingin menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan semangat baru bagi seluruh santri di Indonesia,” ujar Prasetyo dengan penuh penghargaan.
Lebih jauh, Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat peran pesantren serta memastikan kualitas pendidikan dan keselamatan para santri di seluruh Indonesia.
“Pembentukan Ditjen Pesantren ini juga merupakan tindak lanjut dari berbagai peristiwa yang sempat terjadi di lingkungan pesantren, termasuk kasus ambruknya Ponpes Al-Khoziny yang menyebabkan puluhan santri meninggal dunia. Presiden ingin hal serupa tidak terulang lagi,” jelas Prasetyo.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap pesantren sangat penting mengingat jumlahnya kini mencapai lebih dari 42.000 pesantren dengan sekitar 16 juta santri yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Karena itu, Prabowo ingin pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga mencakup bidang teknologi, ekonomi, dan keterampilan hidup agar para santri siap menghadapi tantangan zaman.
“Presiden berharap para santri memiliki bekal yang lengkap, bukan hanya dalam hal akhlak dan keagamaan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi yang begitu cepat,” tutur Prasetyo menegaskan.
