Berita, FaktaIndonesiaNews.com – Idul Fitri konsep kehambaan bahwa kita betul-betul di harapkan sudah kembali mengenal Allah. Setelah kita mengenal Allah, tugas terbesar saat ini adalah bagaimana cara merawatnya. Jangan sampai kita hanya mengenal Allah hanya saat Ramadhan saja. Seperti yang telah di sampaikan oleh Ustad Asep Saepul B dalam ceramahnya. Saat mengisi pelaksanaan sholat tarawih di Masjid Al- Hidayah, Pasir Layung Atas RT.07/ RW. 09 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, 06/4/2024.
Saat ini juga kita patut bergembira karena selama bulan puasa kita di beri kesempatan. Untuk menambah pundi-pundi pahala, juga menghapus dosa-dosa kita. Semoga semuanya membuahkan hasil yang maksimal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang di riwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu. Yang artinya “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Atas karunia besar ini, sudah seyogianya kita senantiasa terus-menerus berupaya sepenuh hati. Meningkatkan ketakwaan dalam diri kita dengan menjalankan segala perintah Allah subhanahu wata’ala dan menjauhi larangan-Nya.
Idul Fitri sering dimaknai sebagai hari raya sekaligus pertanda berakhirnya ibadah puasa Ramadhan. Dalam budaya Nusantara ini ia lebih masyhur dengan istilah lebaran.
Selain itu ada juga yang memaknai Idul Fitri dengan ‘kembali suci atau terbebas dari dosa’. Makna ini di sandarkan pada hadits tentang keutamaan di hapusnya dosa bagi orang yang berpuasa.
Dalam kata lain, Idul Fitri adalah konsep kehambaan yang mengantarkan kita untuk kembali mengenal Allah subhanahu wata’ala. Bukankah tanpa kita sadari bahwa Ramadhan yang telah berlalu. Mengantarkan sekaligus mengajarkan kita untuk kembali mengenal Allah SWT. Melalui beragam ibadah, kenal kembali kepada Allah melalui puasa, qiyamullail, sholat berjamaah. Membaca al-Qur’an, sedekah, memberi buka puasa dan lain-lain, yang kesemuanya tidak bisa kita lakoni kecuali di bulan Ramadhan.
Jika Ramadhan telah mengajarkan kita untuk mengenal Allah. Maka Idul Fitri ibarat puncak tujuan bahwa kita betul-betul di harapkan sudah kembali mengenal Allah. Setelah kita mengenal Allah, tugas terbesar saat ini adalah bagaimana cara merawatnya. Jangan sampai kita hanya mengenal Allah hanya saat Ramadhan saja.
Agar Kita Tetap Istiqamah.
Lalu bagaimana agar kita tetap istiqamah mengenal Allah pasca Ramadhan?
Pertama, berdoa agar hati kita tetap istiqamah dan tidak mudah berubah.
Kedua, berkumpul dengan orang-orang yang saleh yang mengantarkan pada kebaikan.
Ketiga, berusaha beribadah terus menerus walaupun hanya sedikit
Barangkali menjaga terus amalan kita sebagaimana saat di bulan Ramadhan. Seperti shalat malam, berjamaah di masjid, dan baca al-Qur’an, adalah perkara yang sulit. Namun teruslah berusaha secara maksimal, walaupun nanti intensitasnya berkurang yang penting bisa rutin dan tetap di jaga.
Semoga Allah subahanahu wa ta’ala memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita. Sehingga tugas-tugas yang telah di amanahkan kepada kita dapat di laksanakan dengan sebaik-baiknya. Aamiin Ya Robbal A’laamiin.






