Faktaindonesianews.com – Jaecoo Indonesia memastikan bakal menghadirkan model baru di pasar otomotif nasional pada 2026. Meski belum membocorkan detail lengkap kendaraan tersebut, perusahaan memastikan produk yang akan diluncurkan merupakan kendaraan elektrifikasi atau New Energy Vehicle (NEV).
Kepastian itu disampaikan Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama dalam acara di Bogor, Kamis (21/5). Menurut Ilham, Jaecoo tengah menyiapkan strategi ekspansi produk ramah lingkungan guna memperkuat posisinya di pasar SUV modern Indonesia.
“Kita bicara 2026 ini akan ada produk baru lagi. Tentunya produk yang akan kami hadirkan adalah New Energy Vehicle, apakah itu Full EV BEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle,” ujar Ilham.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas komitmen Jaecoo dalam mengikuti tren kendaraan rendah emisi yang kini berkembang pesat di Indonesia. Apalagi pasar otomotif nasional mulai menunjukkan peningkatan minat terhadap kendaraan listrik maupun hybrid, terutama di segmen SUV premium dan menengah.
Ilham juga memastikan model baru yang disiapkan tetap berada di segmen SUV. Hal itu sejalan dengan identitas Jaecoo sebagai produsen kendaraan sport utility vehicle yang fokus menghadirkan desain modern, teknologi canggih, dan performa premium.
Namun saat ditanya mengenai kemungkinan harga model baru tersebut lebih murah dibandingkan Jaecoo J5 yang saat ini menjadi model termurah Jaecoo di Indonesia, Ilham belum memberikan jawaban pasti.
“Tentunya yang bisa diterima oleh masyarakat,” katanya singkat.
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Jaecoo kemungkinan sedang menyiapkan kendaraan elektrifikasi dengan harga lebih kompetitif untuk memperluas pasar di Indonesia. Strategi ini dianggap penting mengingat persaingan kendaraan listrik di Tanah Air semakin ketat dengan hadirnya berbagai merek asal China, Korea Selatan, hingga Jepang.
Salah satu model yang ramai diprediksi bakal masuk Indonesia adalah Jaecoo J5 SHS-H atau yang dikenal sebagai J5 Hybrid. Mobil ini sebelumnya telah diperkenalkan di pasar China dan menggunakan platform serupa dengan J5 versi listrik.
J5 Hybrid dibekali teknologi Super Hybrid System (SHS) yang mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc turbo dengan motor listrik. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 140 hp dengan torsi 215 Nm, sementara motor listriknya memiliki tenaga 201 hp dan torsi 295 Nm.
Kombinasi tersebut membuat SUV hybrid ini menawarkan performa yang cukup agresif namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar. Berdasarkan spesifikasi di pasar China, konsumsi BBM J5 SHS-H diklaim mampu mencapai sekitar 18 kilometer per liter.
Tidak hanya irit, SUV hybrid ini juga memiliki daya jelajah yang cukup impresif. Dalam kondisi tangki bahan bakar penuh, mobil disebut mampu menempuh perjalanan hingga 1.000 kilometer.
Kehadiran model hybrid seperti J5 SHS-H dinilai cukup potensial untuk pasar Indonesia. Sebab, sebagian konsumen masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik murni, sehingga kendaraan hybrid dianggap menjadi solusi transisi yang lebih praktis.
Selain itu, segmen SUV elektrifikasi saat ini menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Konsumen mulai mencari kendaraan yang tidak hanya modern dan nyaman, tetapi juga hemat energi serta ramah lingkungan.






