Faktaindonesianews.com – Meninggalkan mobil listrik dalam waktu lama saat mudik Lebaran memang perlu perhatian khusus. Berbeda dengan mobil konvensional, kendaraan listrik tetap mengalami pengurangan daya baterai meskipun tidak digunakan.
Jika baterai dibiarkan sampai benar-benar habis selama kendaraan disimpan dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah pada ketahanan baterai maupun sistem kendaraan. Karena itu, pemilik kendaraan listrik perlu mengetahui cara penyimpanan yang tepat agar mobil tetap aman selama ditinggal bepergian.
Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan agar mobil listrik tetap terjaga kondisinya saat ditinggal mudik.
1. Parkir di Tempat Teduh dan Aman
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih lokasi parkir yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Suhu yang terlalu panas dapat memengaruhi kondisi kendaraan, terutama bagian baterai.
Paparan sinar ultraviolet (UV) dan panas berlebih juga berpotensi merusak cat bodi mobil serta menurunkan efisiensi baterai dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, parkirkan mobil di garasi atau area yang memiliki peneduh.
2. Isi Daya Baterai Secukupnya
Baterai mobil listrik tetap akan mengalami pengurangan daya walaupun kendaraan tidak digunakan. Namun penurunan ini biasanya tidak terlalu besar.
Karena itu, tidak perlu mengisi baterai hingga penuh. Para ahli umumnya menyarankan tingkat pengisian sekitar 50 hingga 80 persen sebelum mobil ditinggalkan dalam waktu lama. Level ini dianggap ideal untuk menjaga kesehatan baterai.
3. Pastikan Semua Sistem Elektronik Mati
Sebelum meninggalkan kendaraan, pastikan seluruh perangkat elektronik dalam mobil sudah dimatikan. Perangkat seperti lampu, sistem pendingin udara (AC), layar infotainment, hingga head unit dapat tetap mengonsumsi listrik jika tidak dimatikan dengan benar.
Jika dibiarkan aktif, komponen tersebut bisa menyedot daya baterai secara perlahan.
4. Lepaskan Perangkat Tambahan
Periksa kembali apakah ada perangkat tambahan yang masih terhubung ke sistem listrik mobil. Contohnya seperti dashcam, charger ponsel, atau aksesori lain yang menggunakan port daya.
Sebaiknya lepaskan semua perangkat tersebut dan pastikan port pengisian dalam keadaan kosong serta kering selama kendaraan disimpan.
5. Aktifkan Mode Penyimpanan
Beberapa produsen mobil listrik menyediakan fitur storage mode atau long term parking mode. Fitur ini dirancang khusus untuk mengelola kondisi baterai secara otomatis saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama.
Dengan mengaktifkan mode ini, sistem kendaraan akan menjaga baterai tetap stabil sehingga kondisi mobil tetap prima ketika digunakan kembali.
6. Cek Tekanan Ban
Tekanan ban sering kali dianggap sepele, padahal sangat penting saat kendaraan akan ditinggalkan lama. Ban yang kekurangan tekanan dapat menyebabkan kerusakan pada pelek dan membuat mobil tidak nyaman saat kembali digunakan.
Sebagai tambahan, pemilik kendaraan juga bisa mempertimbangkan penggunaan tire chocks untuk menjaga posisi mobil tetap stabil.
7. Bersihkan Kabin Mobil
Sebelum berangkat mudik, sebaiknya bersihkan kabin mobil dari sampah atau barang yang tidak diperlukan. Kotoran yang tertinggal bisa menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mengundang serangga atau hewan kecil.
Selain itu, pastikan tidak ada barang elektronik seperti power bank atau perangkat berbaterai yang tertinggal di dalam mobil. Ben
