CIAMIS, Faktaindonesianews.com — Upaya penguatan budaya literasi kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Ciamis lewat kunjungan kerja Tim Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK RI, Kamis (22/5/2025). Bertempat di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi, bersama sejumlah kepala SKPD terkait.
Kunjungan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Mei 2025, dengan agenda utama berupa monitoring literasi hingga ke pelosok desa. Hal ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperkuat strategi peningkatan literasi masyarakat berbasis praktik baik daerah.
Dalam sambutannya, Sekda Andang menegaskan bahwa literasi merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kemampuan literasi—membaca, menulis, menghitung, serta memecahkan masalah—sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, baik secara fisik maupun digital, dalam mendukung budaya belajar sepanjang hayat.
“Proses belajar tidak boleh berhenti di sekolah. Perpustakaan kini menjadi motor penggerak pengetahuan masyarakat,” imbuh Andang.
Acara ini diharapkan menjadi sarana strategis dalam merumuskan kebijakan nasional literasi, khususnya berdasarkan praktik-praktik lokal yang berhasil diterapkan di Ciamis. Andang juga mengapresiasi pemilihan Ciamis sebagai lokasi kunjungan.
“Ini bentuk kepercayaan sekaligus peluang memperluas kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Semangat literasi juga ditegaskan oleh Bunda Literasi Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, yang menekankan pentingnya budaya membaca di era digital.
“Buku adalah jendela dunia, dan membaca adalah kunci untuk mengakses ilmu serta teknologi,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa minat baca yang tinggi berkorelasi langsung dengan kesejahteraan masyarakat, karena literasi melahirkan kreativitas dan inovasi bernilai ekonomi.
Untuk mewujudkan hal itu, Hj. Kania mendorong peran aktif semua pihak dalam mengembangkan perpustakaan desa, komunitas baca, dan taman bacaan masyarakat.
“Semua ini menjadi sarana penting yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk belajar dan memperbaiki taraf hidup,” jelasnya.
Dengan resmi dibukanya kegiatan oleh Sekda Andang, Pemkab Ciamis berharap koordinasi ini menghasilkan langkah nyata dalam pembangunan masyarakat literat yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi-misi pembangunan Kabupaten Ciamis.






