Berita Bandung, FaktaindonesiaNews.com – Soka Learning Community (SLC) merupakan komunitas belajar yang di kelola guru-guru di SDN 035 Soka Kota Bandung sebagai media belajar guru-guru dalam memahami implementasi “Kurikulum Merdeka”.
Kegiatan belajar yang di lakukan oleh komunitas belajar merupakan kegiatan yang dapat menguatkan pemahaman guru-guru tentang penerapan kurikulum merdeka di sekolah terutama dalam proses pembelajaran dan penguatan lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
kegiatan Yang Di Lakukan
Adapun bentuk kegiatan yang di lakukan oleh Soka Learning Community (SLC) secara daring
maupun luring. Untuk kegiatan Luring, jadwal kegiatan SLC biasanya di lakukan dengan durasi
satu kali dalam seminggu di hari Jumat. Kegiatan luring di lakukan berupa praktik baik
pembelajaran di kelas, study kasus permasalahan dalam proses pembelajaran, workshop, dan
diskusi kelompok antar guru.
Sedangkan kegiatan daring di lakukan dengan memanfaatkan
Plaform Merdeka Mengajar yang sudah menjadi program pemerintah untuk mendukung
kegiatan belajar guru dalam memahami implementasi kurikulum merdeka.
Soka Learning Community (SLC) melaksanakan kegiatan luring berupa di seminasi guru yang sudah mengikuti pelatihan. Kegiatan di seminasi ini memberikan ruang belajar seluas-luasnya kepada para guru dalam meningkatkan keterampilan mengajar abad 21 yaitu keterampilan C4 (Critical thinking, creative, Communication dan collaboration).
Kegiatan di seminasi kali ini menyampaikan materi tentang pendidikan anti korupsi yang di sampaikan oleh Guru Sri Pudjiati, S.Pd, dalam pendidikan anti korupsi di jelaskan bahwa nilai-nilai pembelajaran anti korupsi perlu di integrasikan dalam proses pembelajaran baik intrakulikuler, kokulikuler, maupun ekstrakulikuler.
Selain materi pendidikan anti korupsi, materi Budaya Positif di sampaikan juga oleh Guru Dede
Hadyanto, S.Pd. Dalam budaya positif perlu di ajarkan tujuh etika dasar kepada peserta didik
di antaranya budaya mengantri, menghargai barang milik orang lain, ucapkan magic words
(Tolong, Terima Kasih, Permisi dan Maaf), mengembalikan barang ke tempatnya. Jangan menyela perkataan orang lain, menyapa orang yang lebih tua, dan tidak mengumpat atau berkata kasar.
Ruang belajar saat ini, karena di sadari betul bahwa tantangan guru-guru di zaman sekarang
begitu kompleks, di mana guru-guru dihadapkan pada generasi di gital native dan tantangan VUCA yang identik dengan kondisi yang tidak pasti, perubahan yang begitu cepat, tidak terduga, dan tidak mudah di tebak. Sehingga hal-hal seperti ini perlu di persiapkan oleh guru-guru dengan mengubah paradigma berpikir menuju pendidikan yang transformatif, adaftif dan reflektif.
