Soal Kenaikan Pangkat Mayor Teddy, KSAD : Itu kewenangan Panglima TNI dan Saya

Letkol Teddy Indra Wijaya

Jakarta, Faktaindonesianews.com Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pasang badan perihal kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol).

Maruli mengatakan kenaikan pangkat Teddy adalah kewenangan dirinya dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Bacaan Lainnya

“Itu kewenangan Panglima TNI dan saya. Ada seseorang yang dianggap mampu membantu Presiden dan mengoordinasikan tugasnya dengan baik, lalu diberi kenaikan pangkat. Apa masalahnya?” kata Maruli lewat keterangan tertulis, Kamis (13/3).

“Ada orang yang pernah di Papua, temannya, yang bertempur betul dan komplain pangkatnya enggak naik-naik. Saya pengen tahu siapa orangnya, betul enggak dia (orang tersebut) benar-benar bertempur atau pernah perang enggak dia?” imbuhnya.

Maruli pun memastikan TNI selalu bekerja secara profesional. Termasuk, soal keputusan terkait kenaikan pangkat seorang prajurit.

“Jadi itu kewenangan kami (Panglima TNI dan KSAD) jangan diintervensi terus. Kami bekerja secara profesional, jika sudah diputuskan, kami akan ikut (melaksanakan keputusan),” ucap dia.

Pernyataan dari Mabes TNI

Kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol) sudah sesuai dengan ketentuan.
Kenaikan pangkat Teddy jadi Letkol TNI itu tertuang dalam Surat Perintah Nomor Sprin/674/II/2025 yang dikeluarkan Mabes TNI AD.

“Kenaikan pangkat Mayor Teddy Indra Wijaya menjadi Letnan Kolonel dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI, yakni melalui mekanisme Kenaikan Pangkat Reguler Percepatan (KPRP),” kata Kapuspen TNI Mayjen Hariyanto, Rabu (12/3) dikutip dari detik.com.

Dia menjelaskan mekanisme KRRP–seperti yang dilakukan untuk kenaikan pangkat Teddy– diberikan kepada prajurit yang dinilai telah memberikan sumbangsih kepada organisasi TNI.

“Mekanisme ini diberikan kepada prajurit yang dinilai berjasa bagi kepentingan organisasi TNI dan negara,” katanya.

“Markas Besar TNI selalu memastikan bahwa setiap kenaikan pangkat dilakukan secara transparan dan berdasarkan prestasi serta kontribusi nyata,” jelas Hariyanto.

“TNI juga memiliki sistem evaluasi dan penilaian yang objektif, sehingga setiap prajurit memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh penghargaan sesuai dengan kinerja dan dedikasinya,” sambungnya.

Pihak TNI AD lewat Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana sebelumnya mengatakan keputusan tersebut sudah diteken sesuai aturan yang berlaku.

Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti anomali kenaikan pangkat Teddy

Menurut pria yang pernah menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) itu, proses yang dialami Teddy itu di luar kebiasaan kenaikan pangkat pada umumnya di lingkungan TNI.

“Saya baru ngeh, ternyata Panglima TNI itu tidak mengeluarkan surat keputusan tapi mengeluarkan surat perintah,” kata Hasanuddin di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (11/3).

Menurut Hasanuddin, dalam surat itu Panglima memerintahkan Teddy naik pangkat dari Mayor menjadi Letkol. Padahal surat perintah biasanya hanya ditujukan untuk tugas, bukan kenaikan pangkat.

“Surat perintah itu adalah penugasan. Biasanya tugas operasi pakai surat perintah begitu ya,” kata politikus PDIP tersebut.

Teddy Indra Wijaya sebelumnya dilantik jadi Sekretaris Kabinet oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 143P/2024.

Teddy yang kala itu masih berpangkat mayor sebelumnya adalah ajudan Prabowo yang menjabat menteri pertahanan pada kabinet pemerintahan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024. Sebagai ajudan menhan, kala itu Teddy juga terus mendampingi Prabowo yang bertarung dalam Pilpres 2024.

Sebelum menjadi ajudan menhan dan kini menjabat Seskab, alumni SMA Taruna Nusantara itu diketahui pernah bertugas sebagai asisten ajudan Presiden ketujuh RI Jokowi pada 2014-2019. Lulusan Akademi Militer pada 2011 ini menyelesaikan pendidikan militer lanjutan di US Army Infantry School di Fort Benning, Amerika Serikat (AS) sebelum menjadi ajudan Prabowo.

Pos terkait