Jakarta, Faktaindonesianews.com – Indonesia kembali menegaskan langkah serius menuju kemandirian teknologi antariksa. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyatakan bahwa Indonesia memiliki ambisi besar untuk mempercepat kemampuan meluncurkan roket dan satelit secara mandiri, dengan optimalisasi Bandar Antariksa Biak sebagai salah satu fokus utama fasilitas peluncuran nasional.
Menurut Arif, target tersebut bukan hal mustahil untuk dicapai dalam waktu relatif dekat. Kuncinya terletak pada koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang berjalan solid dan terintegrasi. Jika sinergi antarinstansi terbangun dengan baik, Indonesia diyakini mampu mempercepat realisasi kemandirian antariksa yang selama ini menjadi cita-cita nasional.
Pengembangan bandar antariksa sendiri bukan wacana baru. Program tersebut telah tercantum dalam Rencana Induk Keantariksaan Nasional (Renduk) 2017–2040, sebuah dokumen strategis yang memuat visi jangka panjang Indonesia di bidang antariksa. Renduk menjadi peta jalan utama pengembangan teknologi, infrastruktur, dan sumber daya manusia keantariksaan nasional.
Namun, seiring perkembangan zaman, sejumlah strategi dalam Renduk dinilai perlu penyesuaian. Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Roket BRIN, Rika Andiarti, menjelaskan bahwa dokumen tersebut dievaluasi secara berkala setiap lima tahun. “Dalam konteks saat ini, sejumlah target dan strategi perlu didefinisikan ulang agar lebih adaptif dan realistis,” ujar Rika dalam keterangan resmi BRIN, Rabu (31/12).
Ia menambahkan, implementasi pengembangan keantariksaan Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama akibat dinamika global dan percepatan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Negara-negara lain berlomba mengembangkan sistem satelit, roket, dan teknologi pendukung dengan investasi besar dan inovasi berkelanjutan.
BRIN pun menegaskan pentingnya mengambil langkah terukur namun progresif agar Indonesia tidak tertinggal dalam kompetisi antariksa global. Kebutuhan nasional terhadap sistem satelit, baik untuk komunikasi, observasi bumi, pertahanan, hingga mitigasi bencana, terus meningkat dan membutuhkan dukungan teknologi dalam negeri yang kuat.
Dalam berbagai pertemuan strategis, BRIN bersama kementerian dan lembaga terkait juga membahas kesiapan fasilitas pendukung peluncuran satelit dan roket. Pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap melalui mekanisme koordinasi lintas sektor, mengingat kompleksitas teknis dan regulasi yang menyertainya.
Salah satu agenda prioritas adalah menjadikan Bandar Antariksa Biak sebagai pusat peluncuran nasional, sekaligus simpul kerja sama internasional di masa depan. Letak geografis Biak yang strategis dinilai memberikan keunggulan teknis untuk aktivitas peluncuran antariksa.
Meski demikian, Arif Satria menegaskan bahwa percepatan pengembangan keantariksaan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Ia menekankan pentingnya kejelasan tata kelola, pembagian peran, serta koordinasi antarunit agar program strategis berjalan efektif dan efisien. “Kita tidak boleh terjebak pada tumpang tindih kewenangan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang terintegrasi,” tegasnya.
Pembahasan kelembagaan, lanjut Arif, masih terus dilakukan bersama Kementerian PAN-RB dan kementerian/lembaga terkait. Namun, ia menekankan bahwa efektivitas fungsi jauh lebih penting dibanding sekadar bentuk organisasi. “Yang utama adalah bagaimana fungsi keantariksaan berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih jauh, Arif menegaskan bahwa keunggulan di bidang antariksa hanya bisa dicapai melalui kerja keras dan komitmen penuh. “Tidak ada negara yang berjaya di antariksa dengan kerja setengah-setengah. Kesuksesan adalah fungsi dari pemanfaatan waktu,” katanya.
Karena itu, BRIN mendorong para periset untuk meningkatkan intensitas dan kualitas riset, termasuk memanfaatkan peluang hibah riset luar negeri yang kini semakin terbuka. Di sisi lain, mekanisme pendanaan dan penghargaan riset akan terus disempurnakan untuk mendukung publikasi ilmiah serta pengembangan teknologi strategis nasional.






