Pemkot Bandung Dukung Percepatan Bedah Rumah, Bantuan Naik Jadi 1.458 pada 2026

Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan kesiapan mendukung percepatan program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Dukungan tersebut mencakup aspek regulasi, pengadaan material hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung calon penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa, 6 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan perbaikan rumah.

Pemkot Bandung Siap Kawal Program Bedah Rumah

Farhan menyambut berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah pusat untuk mempercepat pelaksanaan program bedah rumah. Menurutnya, kemudahan dari sisi regulasi maupun pengadaan dapat membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan rumah yang membutuhkan renovasi.

“Alhamdulillah tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri bahwa dengan begitu banyak kemudahan, insyaallah apa yang kita cita-citakan bersama, program Bapak Presiden untuk rumah itu bisa kita laksanakan,” ujar Farhan.

Pemkot Bandung, kata Farhan, siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian PKP agar seluruh tahapan program berjalan sesuai target dan ketentuan.

“Secara regulasi, secara aturan dan pengadaan, insyaallah tidak ada masalah. Rasanya itu sudah bisa berjalan sesuai dengan harapan kita,” katanya.

Farhan juga menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk terus meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Menurutnya, persoalan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.

Menteri PKP Minta Potensi Lokal Dilibatkan

Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya mempercepat pelaksanaan program bedah rumah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.

Ia meminta pemerintah dan pihak pelaksana mengantisipasi berbagai potensi kendala sejak awal. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah ketersediaan tenaga kerja untuk mendukung pembangunan rumah.

Maruarar juga mendorong agar pelaksanaan bedah rumah memanfaatkan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.

“Jangan cari jauh-jauh. Cari di sini. Pemuda-pemuda yang masih menganggur, kasih kerja. Toko bangunannya juga dari sini,” kata Maruarar.

Menurutnya, program bedah rumah tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi tempat tinggal masyarakat. Program tersebut juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi warga sekitar serta menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan tempat pembangunan berlangsung.

Dengan melibatkan pemuda setempat dan toko bangunan di sekitar lokasi, manfaat program diharapkan tidak berhenti pada penerima bantuan, tetapi turut dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Pengadaan Material Harus Transparan

Maruarar juga mengingatkan pentingnya transparansi penggunaan anggaran dalam program bedah rumah.

Ia meminta proses pengadaan material dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat. Informasi tersebut mencakup kebutuhan bahan, volume, satuan hingga harga material yang digunakan.

Transparansi menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan bantuan pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Maruarar juga melihat langsung kondisi rumah calon penerima bantuan dan menjelaskan tahapan renovasi yang akan dilakukan.

Untuk salah satu rumah yang ditinjau, pekerjaan renovasi direncanakan mulai 12 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 12 Desember 2026.

Bantuan Bedah Rumah di Bandung Melonjak

Program bedah rumah di Kota Bandung menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pada 2025 Kota Bandung memperoleh 110 bantuan bedah rumah.

Jumlah tersebut kemudian meningkat tajam menjadi 1.458 bantuan pada 2026.

Peningkatan jumlah bantuan tersebut menunjukkan adanya percepatan pemerintah dalam menangani rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.

Pemkot Bandung berharap peningkatan bantuan tersebut dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan sehingga masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih aman, sehat dan nyaman.

Lia Bersyukur Rumahnya Akan Direnovasi

Salah seorang calon penerima bantuan, Lia Nuriawati, warga Jalan Babakan Ciamis, mengaku bersyukur rumah yang telah ditempatinya selama sekitar 40 tahun akhirnya mendapat bantuan renovasi.

Lia mengatakan kondisi rumahnya mengalami sejumlah kerusakan, terutama pada bagian atap. Rumah yang ditempatinya bersama suami dan dua anak tersebut masih menggunakan material seng dan bilik.

Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya hanya mampu melakukan perbaikan secara sederhana ketika terjadi kerusakan.

“Ya, saya senang menerima bantuan dari Bapak Presiden dan Menteri. Rumah saya bisa dibenahi, jadi tidak kehujanan dan kebocoran lagi,” ujar Lia.

Menurut Lia, bantuan tersebut menjadi bantuan pertama yang diterimanya setelah sebelumnya sempat mengajukan permohonan perbaikan rumah beberapa tahun lalu.

Pos terkait