Pemkot Bandung Siapkan Program Olahraga 3 Kali Seminggu untuk Cegah Obesitas Anak

Faktaindonesianews.com, Bandung – Muhammad Farhan berencana meningkatkan frekuensi olahraga bagi siswa sekolah di Kota Bandung menjadi tiga kali dalam seminggu. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah preventif menghadapi meningkatnya kecenderungan obesitas pada anak-anak usia sekolah.

Menurut Farhan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung, angka obesitas pada anak memang masih tergolong rendah. Namun, tren pertumbuhannya dinilai cukup tinggi sehingga perlu segera diantisipasi sejak dini.

Bacaan Lainnya

“Data menunjukkan kecenderungan obesitas anak sekolah masih rendah, tetapi pertumbuhannya tinggi,” ujar Farhan di kantor Palang Merah Indonesia Kota Bandung, Senin (4/5/2026).

Olahraga Jadi Bagian Gaya Hidup Siswa

Saat ini, kegiatan olahraga di sekolah umumnya hanya dilakukan satu kali dalam seminggu dengan durasi terbatas. Melalui program baru ini, Pemerintah Kota Bandung ingin menambah aktivitas fisik siswa menjadi tiga sesi olahraga setiap pekan dengan durasi minimal 30 menit per sesi.

Farhan menegaskan bahwa konsep olahraga yang dirancang bukan hanya berupa mata pelajaran formal, tetapi juga aktivitas yang lebih menyenangkan dan interaktif agar siswa terbiasa aktif bergerak.

“Ada tambahan olahraga aerobik dan permainan olahraga lain supaya anak-anak lebih aktif,” katanya.

Program ini diharapkan mampu membentuk pola hidup sehat sejak usia dini sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat kurang aktivitas fisik.

Gandeng UPI dan ITB

Untuk mematangkan kebijakan tersebut, Pemkot Bandung menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung dalam proses penelitian dan pengembangan program.

Kedua perguruan tinggi itu dilibatkan karena memiliki kapasitas di bidang sport science atau ilmu keolahragaan modern. Pendekatan berbasis ilmiah dianggap penting agar program olahraga sekolah benar-benar efektif meningkatkan kesehatan siswa, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Farhan menilai pembiasaan aktivitas fisik harus menjadi bagian penting dari sistem pendidikan, terutama di tengah perubahan gaya hidup anak yang semakin minim bergerak akibat pengaruh teknologi dan penggunaan gawai.

Fokus pada Pencegahan Dini

Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemkot Bandung terhadap kesehatan generasi muda. Selain edukasi pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah obesitas sejak dini.

Program olahraga rutin juga diharapkan mampu meningkatkan kebugaran, konsentrasi belajar, serta kesehatan mental siswa di lingkungan sekolah.

Pos terkait