Penembakan Massal di Austin Tewaskan 3 Orang, FBI Selidiki Dugaan Motif Terorisme Terkait Sentimen Pro-Iran

Penembakan Massal di Austin Tewaskan 3 Orang, FBI Selidiki Dugaan Motif Terorisme Terkait Sentimen Pro-Iran

Faktaindonesianews.com – Tragedi penembakan massal mengguncang Kota Austin, ibu kota negara bagian Texas, Amerika Serikat, Minggu (1/3) dini hari waktu setempat. Insiden berdarah itu terjadi di sebuah bar populer di pusat kota dan menewaskan sedikitnya tiga orang, sementara 14 lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Kepolisian Austin, Lisa Davis, menjelaskan bahwa peristiwa mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari di Buford’s Backyard Beer Garden. Menurutnya, pelaku awalnya menembakkan pistol dari dalam mobil ke arah para pengunjung bar. Setelah itu, ia memarkir kendaraannya, keluar sambil membawa senapan, lalu kembali melepaskan tembakan secara membabi buta.

Bacaan Lainnya

“Tiga petugas kami membalas tembakan dan menewaskan tersangka,” ujar Davis, menyebut kejadian itu sebagai “tragedi yang sangat memilukan.” Salah satu korban tewas diketahui merupakan pelaku sendiri yang dilumpuhkan aparat. Dari total korban luka, tiga orang dilaporkan dalam kondisi kritis.

Motif penembakan masih dalam penyelidikan. Agen khusus Federal Bureau of Investigation (FBI), Alex Doran, menyatakan pihaknya menemukan indikasi yang mengarah pada kemungkinan unsur terorisme. “Sampai saat ini kami hanya dapat menyampaikan bahwa ini berpotensi sebagai tindakan terorisme,” ujarnya.

Kelompok pemantau ekstremisme yang berbasis di AS, SITE Intelligence Group, mengidentifikasi pelaku sebagai Ndiaga Diagne, warga negara AS keturunan Senegal. Organisasi tersebut menyebut pelaku diduga pernah mengunggah konten media sosial sejak 2017 yang menunjukkan sentimen pro-rezim Iran serta kebencian terhadap kepemimpinan Israel dan Amerika Serikat. Ia juga disebut pernah memposting foto dirinya memegang senjata api.

Anggota DPR AS dari Partai Republik, Chip Roy, turut membagikan foto terduga pelaku di platform X, memperlihatkan pria tersebut memegang senapan.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan keamanan di berbagai kota Amerika menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat senior lainnya.

Gubernur Texas, Greg Abbott, menyatakan pihaknya telah meningkatkan pengamanan di fasilitas energi, pelabuhan, serta wilayah perbatasan AS–Meksiko. Ia menegaskan bahwa Texas akan merespons secara tegas terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan konflik Timur Tengah untuk mengancam warga atau infrastruktur penting negara bagian tersebut.

Proses olah tempat kejadian perkara diperkirakan berlangsung selama beberapa jam, sementara penyelidikan mendalam terkait motif dan jaringan pelaku masih terus berjalan.

Pos terkait