Berita, FaktaIndonesiaNews.com – Penemuan mayat yang telah membusuk di lokasi bekas tambang galian c, menghebohkan warga Desa Grabagan. Tepatnya di Dusun Sambungrejo, Desa Dahor, Kecamatan Grabagan. Minggu (26/05/2024).
Mayat yang sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap tersebut. Di ketahui adalah Wanoto, warga Dusun Sendangkulon, Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan, yang juga merupakan mantan Kepala Desa Menyunyur.
Menurut keterangan keluarga, Wanoto sudah 3 hari meninggalkan rumah.
“Iya Mas, “Wanoto sudah tidak pulang selama 3 hari, entah kenapa. Mungkin sedang ada permasalahan yang ia alami,” ungkap pihak korban.
Kapolsek Grabagan ,IPTU. Samir Santoso, saat di konfirmasi awak media. Beliau membenarkan bahwa mayat yang di temukan di bekas galian C milik Tulus, adalah mantan Kepala Desa Menyunyur, Wanoto.
“Iya benar Mas, informasi yang kami dapatkan dari pihak keluarga, mayat tersebut adalah Wanoto. Mantan Kepala Desa Menyunyur, yang sudah tidak pulang selama 3 hari, dugaan sementara karena depresi. Mengenai penyebab kematiannya, kita masih menunggu hasil otopsi,” ungkapnya.
Hingga berita ini di tayangkan, publik masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Mengenai penyebab kematian mantan Kepala Desa Menyunyur ini.
Menghilang Tanpa Jejak Sejak Tiga Hari Lalu.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya keluar rumah. Dan menghilang tanpa jejak sejak tiga hari lalu.
Hingga akhirnya keluarga mendapat kabar bahwa korban di temukan. Tapi dalam kondisi meninggal dunia di bawah tebing bekas galian C.
Sueb, saksi mata yang menemukan jasad korban, awalnya hendak mencari rumput untuk pakan ternak. Saat berada di sekitar TKP, ia mencium bau busuk yang menyengat.
Karena penasaran, Sueb lalu mencari sumber bau busuk tersebut. Dan setelah di telusuri, Sueb terkejut karena mendapati mayat seorang laki-laki yang sudah membusuk.
“Mengetahui itu, saksi langsung lari minta pertolongan kepada warga. Dan melapor ke perangkat desa selanjutnya di teruskan pada kami,” ujar mantan KBO Satlantas Polres Tuban itu.
Usai menerima laporan dari perangkat desa, tim Polsek Grabagan langsung menuju TKP.
Dari hasil pemeriksaan medis oleh Puskesmas Grabagan, tidak di temukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.
“Menurut adik korban, Jumarsih, korban meninggal dunia di duga akibat depresi dan halusinasi. Bahkan, korban sebelumnya mengeluh ketakutan kayak di kejar orang terus menerus,” bebernya.
Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi terhadap jenazah korban. Selanjutnya, korban di bawa ke RSUD Tuban untuk di bersihkan. Lalu di serahkan kembali untuk pemakaman oleh pihak keluarga.






