Jakarta, Faktaindonesianews.com — Pandangan bahwa pelemahan ekonomi nasional tidak memengaruhi masyarakat kelas atas tampaknya perlu dikaji ulang. Hal ini terlihat dari penurunan signifikan pada penjualan mobil mewah sepanjang 2025, yang anjlok jauh lebih dalam dibanding pasar otomotif secara keseluruhan.
Pasar Mobil Mewah Turun 30–40 Persen
General Manager Lexus Indonesia, Ima Nurbani Rahmah, mengakui bahwa pasar kendaraan premium tahun ini menghadapi tantangan besar. Menurutnya, sektor yang biasanya “kebal resesi” itu justru terperosok lebih tajam.
“Kalau pasar turun 10 persen, luxury market turun 30–40 persen,” ujar Ima di ICE BSD Tangerang.
Data Gaikindo memperkuat pernyataan ini. Sepanjang Januari–Oktober 2025, angka penjualan retail nasional turun 9,6 persen menjadi 660.659 unit. Sementara itu, Lexus yang berada di segmen premium mengalami penurunan 44,3 persen, hanya mencatat 1.335 unit. Artinya, hampir separuh penjualan Lexus hilang dalam 10 bulan pertama tahun ini.
Pelemahan Ekonomi Global Pengaruhi Pebisnis
Ima menilai, turunnya daya beli mobil mewah erat kaitannya dengan ketidakpastian ekonomi global. Dampaknya langsung terasa pada kelompok pebisnis, yang merupakan mayoritas konsumen Lexus.
“Business owner itu yang paling pertama nahan. Bukan tidak punya cash, tapi mereka memilih wait and see,” katanya.
Menurut Ima, dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, pebisnis cenderung menunda pembelian aset besar, termasuk kendaraan premium. Ia pun belum bisa memastikan kapan situasi pasar akan kembali normal, meski berharap perbaikan dapat segera terjadi.
Apakah Lexus Tergeser Denza? Ima: “Tidak”
Muncul pertanyaan apakah kemerosotan Lexus disebabkan kehadiran Denza, sub-brand premium BYD asal China yang meroket pada 2025. Namun Ima membantah anggapan tersebut.
Ia menyebut konsumen Lexus memiliki karakteristik unik: mereka mencari pengalaman, layanan eksklusif, dan personalisasi yang tidak bisa diberikan oleh merek lain.
“Customer kami tidak gampang berpindah hati. Mereka mencari experience, bukan sekadar unit kendaraan,” tegasnya.
Meskipun demikian, dominasi Denza di pasar premium tidak bisa diabaikan. Model Denza D9 menjadi mobil premium terlaris di Indonesia, mencatat 6.757 unit penjualan retail, jauh melampaui Lexus, BMW, maupun Mercedes-Benz.
Sebagai perbandingan:
-
Lexus LM350 (rival Denza D9) hanya terjual 895 unit wholesales hingga Oktober 2025.
-
Denza D9 sepenuhnya berbasis listrik, sementara LM350 masih mengandalkan teknologi hybrid.
Namun menurut Ima, segmen Lexus memiliki preferensi berbeda dan tetap mempertahankan loyalitas tinggi.






