Jakarta, Faktaindonesianews.com – Penjualan Suzuki Fronx tercatat mengalami penurunan cukup signifikan pada September 2025, dengan angka wholesales menyusut lebih dari 33 persen dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data internal, penjualan Fronx turun dari 1.501 unit menjadi hanya 1.000 unit.
Meski begitu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan bahwa penurunan ini bukan tanda menurunnya minat pasar terhadap SUV kompak yang baru meluncur pada Mei 2025 tersebut. Pihak Suzuki menilai kondisi ini merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi setiap tahun, khususnya di periode September–Oktober.
“Kalau kami lihat, setiap bulan September kira-kira hampir seperti itu setiap tahun. Di bulan September, Oktober. Kalau dilihat tidak cuma di Fronx, tapi di model-model lain kompetitor juga mengalami penurunan,” ujar Dony Ismi Saputra, 4W Deputy Managing Director SIS, saat ditemui di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (18/10).
Dony menambahkan bahwa penurunan sementara tersebut tidak mencerminkan tren jangka panjang. Menurutnya, konsumen Indonesia biasanya menahan pembelian mobil pada kuartal terakhir tahun berjalan karena berbagai faktor, seperti perencanaan keuangan akhir tahun atau menunggu model baru yang dirilis pada awal tahun berikutnya.
Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi performa penjualan di periode tersebut adalah perubahan kondisi ekonomi dan nilai tukar, serta kebijakan kredit kendaraan dari lembaga pembiayaan. Meski demikian, Suzuki tetap optimistis Fronx akan mencatat pertumbuhan positif hingga akhir 2025, seiring meningkatnya permintaan di segmen SUV kompak yang kini semakin kompetitif.
“Kami masih yakin Fronx punya daya tarik kuat. Konsumen melihat desainnya modern, fitur lengkap, dan efisiensi bahan bakarnya juga jadi nilai tambah. Jadi kami percaya, penjualan akan stabil lagi dalam waktu dekat,” tambah Dony.
