Faktaindonesianews.com, Bandung – Pemerintah Kota Bandung resmi menunda pelaksanaan peringatan Bandung Lautan Api tahun 2026. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai konsep kegiatan masih perlu disempurnakan agar lebih berdampak dan memiliki nilai edukatif yang kuat.
Awalnya, agenda peringatan dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret 2026. Namun, waktu tersebut bertepatan dengan masa libur Idulfitri, sehingga berbagai persiapan teknis, termasuk latihan dan penyusunan konsep acara, tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Konsepnya masih perlu dimatangkan. Ada beberapa ide menarik, tetapi munculnya cukup mendadak, sehingga butuh waktu untuk mempersiapkannya dengan lebih baik,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (27/3/2026).
Sebagai solusi, Pemkot Bandung menargetkan peringatan tersebut akan digelar pada April 2026. Dengan penjadwalan ulang ini, seluruh elemen yang terlibat diharapkan dapat berkontribusi lebih optimal dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga sarat makna sejarah.
Farhan menegaskan bahwa peringatan Bandung Lautan Api bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan nasionalisme kepada generasi muda.
Menurutnya, peristiwa bersejarah yang terjadi pada tahun 1946 tersebut mencerminkan tekad luar biasa masyarakat Bandung yang rela mengorbankan kota mereka demi mempertahankan kedaulatan bangsa. Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga memengaruhi proses diplomasi internasional.
“Peristiwa itu menjadi salah satu faktor penting dalam perundingan di tingkat internasional, termasuk di PBB, sehingga bentuk NKRI tetap utuh dan tidak terpecah,” jelas Farhan.
Ia juga mengingatkan bahwa tanpa peristiwa heroik tersebut, Kota Bandung berpotensi terbelah menjadi dua wilayah, yakni bagian yang dikuasai kolonial Belanda dan wilayah Republik Indonesia. Namun, berkat pengorbanan besar para pejuang, Bandung akhirnya sepenuhnya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut, Farhan mengajak generasi muda untuk terus meneladani semangat persatuan dan keberanian para pendahulu. Ia menilai, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di masa kini maupun masa depan.
