Faktaindonesianews.com – Kabar pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi menjadi sorotan publik, terutama terkait penggunaan wali hakim dalam prosesi akad nikah yang digelar pada Minggu (26/4). Hal ini terjadi karena ayah kandung Syifa tidak hadir dalam momen sakral tersebut.
Paman Syifa yang juga menjadi saksi nikah, Adhyaksa Dault, membenarkan bahwa wali hakim berasal dari pihak Kantor Urusan Agama (KUA). Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak menjadi masalah dalam keabsahan pernikahan.
“Ya karena bapaknya enggak hadir kan. Saya enggak tahu alasannya, yang jelas tadi diwakilkan. Jadi enggak ada masalah, sah semua,” ujar Adhyaksa.
Penghulu Bertindak sebagai Wali Nikah
Hal senada juga disampaikan oleh Usman bin Yahya, yang hadir sebagai pembaca doa dan penceramah. Ia menyebut bahwa penghulu dari KUA bertindak langsung sebagai wali hakim dalam prosesi ijab kabul.
Menurutnya, akad nikah berlangsung khidmat sekitar pukul 11.00 WIB. Mahar yang diberikan berupa 2.026 pound sterling serta emas, menambah kesan spesial pada momen tersebut.
“Masya Allah, pernikahannya luar biasa. Kita doakan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah,” ungkapnya.
Doa dan Harapan untuk Rumah Tangga Baru
Dalam kesempatan tersebut, Habib Usman juga menyampaikan doa agar pasangan ini mendapatkan kebahagiaan, keberkahan, serta keturunan yang saleh dan salehah. Harapan ini sekaligus menjadi simbol awal perjalanan rumah tangga yang diidamkan banyak pasangan muda.
Ia menekankan pentingnya cinta, ketenangan, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang harmonis.
Perjalanan Cinta dari Pacaran hingga Menikah
Hubungan Syifa Hadju dan El Rumi sendiri terbilang cukup cepat namun penuh kepastian. Kedekatan keduanya mulai terlihat setelah Syifa mengakhiri hubungan dengan Rizky Nazar pada Juni 2024.
Tak lama kemudian, pada Oktober 2024, Syifa dan El resmi menjalin hubungan asmara. Setahun berselang, El menunjukkan keseriusannya dengan melamar Syifa secara pribadi di Lauterbrunnen, Swiss, pada 2 Oktober 2025.
Lamaran tersebut kemudian diperkuat dengan prosesi resmi yang digelar di Hutan Kota by Plataran pada 21 Januari 2026.






