Faktaindonesianews.com, Cimahi – Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri, Kepolisian Resor Cimahi mengambil langkah cepat dengan memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan meningkat tajam selama periode libur panjang Lebaran.
Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurullah Adi Putra menegaskan bahwa jajarannya telah menyiapkan berbagai strategi pengaturan lalu lintas secara menyeluruh. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan pengamanan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat, yang setiap tahunnya digelar untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat.
Menurut Niko, salah satu strategi utama yang disiapkan adalah penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way sepenggal di beberapa ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan. Skema tersebut akan diterapkan secara situasional, terutama di jalur menuju kawasan wisata Lembang.
Wilayah Lembang memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat yang selalu dipadati pengunjung, terutama setelah momen Lebaran. Banyak masyarakat memanfaatkan waktu libur panjang untuk berwisata bersama keluarga setelah melakukan tradisi silaturahmi.
“Potensi kepadatan kendaraan menuju kawasan wisata seperti Lembang perlu diantisipasi sejak awal. Karena setelah Lebaran biasanya terjadi lonjakan kendaraan dari wisatawan lokal maupun luar daerah,” ujar Niko.
Selain jalur menuju kawasan wisata, Polres Cimahi juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah persimpangan utama yang sering menjadi titik kemacetan. Beberapa di antaranya adalah Simpang Cimareme dan Tagog Apu, yang dikenal sebagai titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.
Pada masa libur panjang, kedua lokasi tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas karena menjadi jalur penghubung antara Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, serta akses menuju wilayah wisata di kawasan Lembang.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Cimahi akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik strategis tersebut. Petugas yang disiagakan memiliki kewenangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas secara dinamis sesuai dengan kondisi di lapangan.
Langkah ini memungkinkan aparat kepolisian mengambil tindakan cepat untuk mengurai kemacetan, seperti pengalihan arus kendaraan, pembatasan jalur tertentu, hingga pengaturan prioritas kendaraan yang melintas.
Selain pengaturan lalu lintas, Polres Cimahi juga menyiapkan berbagai sarana pendukung dalam rangka pengamanan mudik Lebaran. Sebanyak 11 pos pengamanan akan didirikan di sejumlah lokasi strategis, ditambah dua posko terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi antarinstansi.
Keberadaan pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi untuk menjaga keamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan darurat, serta fasilitas istirahat bagi para pemudik.
Pihak kepolisian memperkirakan peningkatan arus kendaraan sudah mulai terasa sekitar 11 hingga 12 hari sebelum Lebaran. Hal ini biasanya dipicu oleh dimulainya masa libur sekolah dan cuti bersama, yang membuat banyak masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Polres Cimahi berharap seluruh rangkaian arus mudik, arus balik, hingga arus wisata dapat berjalan dengan lancar.
