Jakarta, Faktaindonesianews.com – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan memangkas anggaran negara guna mendukung program makan bergizi gratis bagi siswa dan perbaikan infrastruktur sekolah. Langkah ini sejalan dengan janji kampanyenya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia.
Dalam pidatonya pada pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Surabaya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan lebih banyak dana bagi program tersebut. “Kita harus memastikan anak-anak kita mendapatkan nutrisi yang baik dan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.
Program makan gratis ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada lebih dari 82 juta siswa dan ibu hamil di seluruh Indonesia.
Dengan anggaran mencapai Rp 71 triliun pada tahun pertama, pemerintah berencana meningkatkan jumlah penerima manfaat secara bertahap hingga mencapai target pada tahun 2029.
Fokus Pada Perbaikan Infrastruktur Sekolah
Selain itu, pemerintah juga fokus pada perbaikan infrastruktur sekolah yang dinilai kurang memadai. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendukung perkembangan akademis siswa.
Namun, kebijakan pemotongan anggaran ini menuai kritik dari beberapa pihak yang khawatir terhadap dampaknya pada layanan publik lainnya. Ekonom Jahen Rezki menyatakan, “Pemotongan anggaran yang terlalu drastis dapat mengganggu layanan publik dan menghambat kinerja ekonomi.”
Meski demikian, Prabowo tetap optimis bahwa langkah ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Ia menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia sebagai kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan implementasi program ini, pemerintah berharap dapat menurunkan angka stunting yang masih menjadi masalah di Indonesia. Data pemerintah menunjukkan prevalensi stunting menurun dari 37% pada 2013 menjadi 21,5% pada 2023. Namun masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mencapai target yang ditetapkan.
Langkah penghematan anggaran ini mencakup berbagai sektor, termasuk pengurangan penerangan di kantor-kantor pemerintahan dan pemotongan anggaran di beberapa kementerian. Meskipun menghadapi tantangan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan lancar dan mencapai sasaran yang diinginkan.
Dengan demikian, kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan diharapkan dapat mendukung program makan gratis dan perbaikan sekolah. Serta membawa dampak positif bagi masa depan pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia.






