Faktaindonesianew.com, Ciamis – Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah memadati Jalan Veteran, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, untuk menyambut kedatangan Dedi Mulyadi, Minggu (3/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat tersebut dalam rangka memimpin prosesi Kirab Budaya Mahkota Binokasih, yang menjadi bagian dari peringatan Milangkala daerah setempat.
Antusiasme Warga Tak Surut Meski Diguyur Hujan
Berdasarkan pantauan di lapangan, antusiasme masyarakat tetap tinggi meski cuaca di wilayah Kawali sempat diguyur hujan dan gerimis. Sepanjang Jalan Veteran hingga rute menuju Situs Astana Gede berubah menjadi lautan manusia.
Warga terlihat berdesakan di pinggir jalan demi menyaksikan langsung prosesi budaya yang jarang digelar tersebut. Momen ini menjadi magnet tersendiri, baik bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Prosesi Sakral: Mahkota Binokasih Diarak dengan Khidmat
Dalam kirab tersebut, Dedi Mulyadi tampil gagah dengan menunggangi kuda putih di barisan terdepan. Di belakangnya, Kereta Kencana membawa Mahkota Binokasih, sebuah artefak sakral peninggalan Kerajaan Sunda yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Prosesi ini berlangsung khidmat dan penuh makna, sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur Tatar Sunda.
Edukasi Budaya untuk Generasi Muda
Sopyan, salah seorang pengunjung asal Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, menilai bahwa kirab ini memiliki nilai edukasi tinggi, khususnya bagi generasi muda.
“Kirab Mahkota Binokasih ini bukan sekadar tontonan, melainkan panduan yang mengajak masyarakat untuk mengenali, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Sunda sebagai identitas bersama,” ujarnya.
Daya Tarik Dedi Mulyadi Jadi Magnet Warga
Kehadiran Dedi Mulyadi juga menjadi faktor utama membludaknya massa. Banyak warga datang dari luar Kecamatan Kawali bahkan luar kabupaten hanya untuk melihat langsung sosok Gubernur Jawa Barat tersebut.
Rahmat, pengunjung asal Tasikmalaya, mengaku rela mengeluarkan biaya pribadi demi hadir dalam acara ini.
“Sebagai pengagum, saya merasa puas meski harus kehujanan. Sepanjang jalan menuju Lapangan Singacala, beliau terus menyapa dan melambaikan tangan kepada kami,” ungkapnya.
Cuaca Tak Halangi Antusiasme Masyarakat
Hal serupa disampaikan Saepudin, warga Kecamatan Lumbung. Ia menegaskan bahwa hujan bukan menjadi penghalang untuk datang ke Kawali.
Berdasarkan pantauan, tingginya animo masyarakat terlihat dari padatnya kerumunan di sepanjang jalur kirab, yang berubah menjadi lautan manusia dari awal hingga akhir rute pawai.






