Bandung, Faktaindonesianews.com – Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat ditunjukkan RW 02 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Berawal dari kesadaran warga dalam mengolah sampah dan melakukan penghijauan wilayah, RW 02 kini berhasil melangkah lebih jauh dengan membudidayakan lebah Trigona penghasil madu murni bernilai kesehatan.
Ketua RW 02 Kelurahan Cibangkong, Neneng Hesti, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terjadi secara instan. RW 02 memiliki Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bernama Tamalago Tani Madu Lebah Trigona, yang telah mengantongi Surat Keputusan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat serta menjalin kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Budidaya lebah Trigona tersebut dikelola langsung oleh warga dari empat RT yang ada di RW 02. Saat ini, terdapat sekitar 30 kotak lebah Trigona yang tersebar di berbagai titik wilayah RW, sekaligus menjadi simbol pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan dan produktif.
Neneng mengungkapkan, budidaya lebah ini berawal dari program pengelolaan sampah mandiri. Sampah organik yang telah dipilah diolah menjadi kompos, lalu dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman berbunga yang menjadi pakan lebah.
“Lebah Trigona harus mendapatkan nektar dan polen dari bunga. Karena itu kami melakukan penghijauan, menanam tanaman pakan lebah. Dari situ lebah menghasilkan madu yang benar-benar alami,” jelas Neneng.
Hasilnya, madu Trigona produksi warga RW 02 tidak hanya dikonsumsi secara mandiri, tetapi juga memberikan manfaat sosial. Madu tersebut telah dibagikan kepada anak-anak stunting dan ibu hamil di wilayah Kelurahan Cibangkong sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Keberhasilan RW 02 ini juga mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Saat berkunjung, Farhan sempat mencicipi madu Trigona hasil budidaya warga dan memberikan respons positif.
“Pak Wali bilang madunya segar, rasanya berbeda. Ada sedikit asam karena ini benar-benar murni dari alam, tanpa campuran apa pun,” ujar Neneng menirukan komentar Wali Kota.
Ia menambahkan, lebah Trigona dapat mencari pakan hingga radius satu sampai dua kilometer dari sarangnya. Artinya, kualitas madu sangat bergantung pada kebersihan dan keasrian lingkungan sekitar, sehingga menjaga lingkungan menjadi kunci utama keberhasilan budidaya ini.
Menurut Neneng, konsistensi warga menjadi faktor penentu. Sejak peristiwa TPA Sarimukti, warga RW 02 langsung bergerak mengelola sampah secara mandiri hingga meraih status Kawasan Bebas Sampah (KBS) dan kini menuju KBS Utama.






