Delapan Tahun Berturut-turut Raih UHC, Kota Bandung Kembali Borong Penghargaan Nasional di UHC Awards 2026

Delapan Tahun Berturut-turut Raih UHC, Kota Bandung Kembali Borong Penghargaan Nasional di UHC Awards 2026

Bandung, Faktaindonesianews.com – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjamin hak kesehatan warganya kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada ajang UHC Awards 2026, Kota Bandung sukses meraih Kategori Madya, sekaligus menegaskan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) selama delapan tahun berturut-turut sejak 1 Januari 2018.

Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warganya memperoleh akses layanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). UHC Awards 2026 digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari 2026, dan diikuti ratusan daerah dari seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, Kota Bandung diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ira Dewi Jani, didampingi Plt Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Detty Kurnia. Kehadiran perwakilan ini mencerminkan konsistensi Pemkot Bandung dalam menjaga keberlanjutan program kesehatan masyarakat.

Tercatat, sebanyak 394 kota dan kabupaten di Indonesia menerima UHC Awards 2026. Bagi Kota Bandung, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan bukti nyata bahwa kebijakan kesehatan yang berpihak pada warga terus dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan.

Universal Health Coverage (UHC) sendiri merupakan kondisi di mana seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN. Dengan status ini, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, tanpa terbebani biaya pelayanan kesehatan.

Data capaian UHC Kota Bandung pada 2025 menunjukkan hampir seluruh penduduk telah terlindungi jaminan kesehatan, termasuk kelompok masyarakat rentan dan tidak mampu yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah. Hal ini memperlihatkan peran aktif negara dalam memastikan keadilan dan pemerataan akses kesehatan.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor antara Pemkot Bandung, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Sinergi ini memastikan layanan kesehatan berjalan merata, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan warga.

Lebih dari sekadar angka kepesertaan, implementasi UHC memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Masyarakat yang sehat mendorong produktivitas, menekan pengeluaran kesehatan pribadi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Manfaat UHC dirasakan langsung oleh warga Kota Bandung. Salah satunya Rini Aryat (27), peserta PBPU Pemda, yang mengaku sangat terbantu dengan program JKN.

“Rawat jalan, rawat inap, sampai operasi semuanya ditanggung BPJS. Pelayanannya bagus dan prosesnya tidak ribet,” ujarnya. Rini bahkan telah menjalani dua kali operasi tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Harusnya bayar, tapi jadi gratis. Dari rujukan sampai tindakan medis semua lancar,” tambahnya, seraya berharap kualitas layanan kesehatan terus meningkat.

Pos terkait