Faktaindonesianews.com – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan rasa hormatnya jelang laga semifinal AFC Futsal 2026 melawan Jepang. Duel ini menjadi istimewa karena Indonesia akan berhadapan dengan tim yang kini dilatih Kensuke Takahashi, sosok yang pernah menukangi skuad Merah Putih pada periode 2018 hingga 2021.
Pertandingan semifinal tersebut akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Kamis (5/2) pukul 19.00 WIB. Laga ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Jepang merupakan salah satu kekuatan utama futsal Asia.
Hector Souto mengakui Takahashi sebagai pelatih berkualitas dan menyebut pertemuan ini sebagai momen yang membanggakan. Menurut pelatih asal Spanyol itu, Jepang saat ini tampil dengan struktur permainan yang solid dan gaya bermain yang sangat profesional.
“Bagi kami, sebuah kehormatan bisa bertemu coach Kensuke Takahashi. Dia adalah teman saya dan saya sangat mengapresiasi pekerjaannya. Gaya bermain mereka sangat profesional dan dinamis. Saya berharap suatu saat kami bisa bermain seperti mereka,” ujar Souto usai sesi latihan di Indonesia Arena, Rabu (4/2).
Meski demikian, Souto menegaskan fokus utamanya tetap pada target kemenangan. Ia menyadari Takahashi memiliki pengetahuan mendalam tentang karakter pemain Indonesia, sehingga kewaspadaan menjadi hal mutlak.
“Saya hanya berharap para pemain kami bisa menampilkan yang terbaik dan menang melawan dia,” tambahnya.
Souto juga menilai Jepang sebagai lawan yang sangat berat. Tim Negeri Sakura datang dengan status mentereng sebagai empat kali juara Piala Asia Futsal, sebuah catatan prestisius yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, pengalaman dan reputasi Jepang tidak membuat Indonesia gentar.
“Pertandingan besok akan berat. Kami menghadapi salah satu kekuatan utama di Asia. Jepang sudah juara empat kali dan ini benar-benar akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami harus menemukan peluang untuk mengalahkan mereka,” tegas Souto.
Optimisme juga datang dari kapten Timnas Futsal Indonesia, Muhammad Iqbal Iskandar. Pemain yang sempat merasakan arahan langsung Kensuke Takahashi itu menegaskan dirinya akan bersikap profesional dan tidak terjebak nostalgia.
“Tentu saya senang, tapi ini bukan kali pertama bertemu coach Ken. Kami pernah bertemu di Piala Asia 2022 di Kuwait, meski saat itu dia masih asisten pelatih. Kami juga pernah bertemu di Four Nations. Bagi saya pribadi, pertandingan ini harus dihadapi secara profesional,” kata Iqbal.
Laga semifinal ini bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga ujian mental bagi Timnas Futsal Indonesia. Dukungan publik tuan rumah diharapkan menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda untuk menantang dominasi Jepang dan membuka peluang melaju ke final AFC Futsal 2026.






