Dokumen Terbaru Kasus Jeffrey Epstein Ungkap Email Kontroversial soal Adolf Hitler dan Keluarga Rothschild

Dokumen Terbaru Kasus Jeffrey Epstein Ungkap Email Kontroversial soal Adolf Hitler dan Keluarga Rothschild

Faktaindonesianews.com – Dokumen terbaru yang dirilis terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein, Rabu (4/2), kembali memantik kontroversi global. Berkas tersebut memuat pertukaran surat elektronik (email) antara Epstein dan bankir ternama Ariane de Rothschild, yang menyinggung klaim sensitif mengenai Adolf Hitler dan dugaan keterkaitannya dengan keluarga kaya Yahudi di Eropa.

Dalam dokumen yang beredar luas di media sosial, termasuk unggahan akun X @AdameMedia, terlihat tangkapan layar email bertanggal 31 Desember 2018. Dalam korespondensi tersebut, Epstein mengklaim bahwa Adolf Hitler pernah tinggal di sebuah tempat perlindungan bagi tunawisma dan kaum miskin pada masa mudanya. Tempat tersebut, menurut Epstein, didanai oleh tiga keluarga Yahudi kaya, yakni Gutmann, Epstein, dan Rothschild.

Bacaan Lainnya

Klaim itu langsung ditolak oleh Ariane de Rothschild. Ia menyebut narasi tersebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya dan tidak berdasar. Ariane menilai cerita tersebut justru mencerminkan distorsi sejarah yang kerap dimanfaatkan dalam propaganda ekstrem.

Dalam emailnya, Epstein bersikeras bahwa cerita tersebut benar dan bahkan diajarkan dalam sebuah kelas sejarah di Universitas Harvard. Ia menulis bahwa Hitler sempat hidup dalam kondisi sangat miskin dan bertahan hidup dengan menjual pakaian serta karya seni.

“Saya pikir kamu akan menganggap ini menarik, bahwa dalam kelas Harvard tentang Hitler, mereka menceritakan kisah ketika dia sangat miskin hingga tinggal di tempat perlindungan bagi tunawisma dan orang miskin, yang didanai oleh tiga keluarga saya: Gutmann, Epstein, dan Rothschild. Ternyata itu benar,” tulis Epstein, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Ariane de Rothschild menanggapi dengan nada prihatin. Ia mempertanyakan makna cerita tersebut dan menekankan bahwa teori konspirasi semacam itu justru menciptakan kesedihan mendalam, terutama mengingat sejarah kelam Holocaust.

“Apakah ini menunjukkan bahwa kemurahan hati tidak selalu dihargai, atau teori konspirasi masih terus hidup, ini cukup menyedihkan,” balas Ariane.

Namun, Epstein kembali menegaskan klaimnya. Ia menyatakan bahwa Hitler benar-benar tinggal di tempat perlindungan yang didanai keluarga Yahudi dan menyebut keluarganya sebagai bankir di Wina pada masa itu.

Selain korespondensi email, dokumen tersebut juga mengungkap hubungan bisnis antara Epstein dan keluarga Rothschild. Dalam berkas bertanggal 5 Oktober 2015, Epstein melalui perusahaannya, Southern Trust Company Inc., menandatangani perjanjian dengan Rothschild Group senilai US$25 juta atau sekitar Rp419 miliar.

Kontrak tersebut mencakup layanan analisis risiko dan pengembangan algoritma, dengan Epstein tercatat sebagai Presiden Southern Trust yang berbasis di Kepulauan Virgin Amerika Serikat.

Jeffrey Epstein sendiri ditemukan meninggal dunia di sel penjaranya di New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Sebelumnya, ia telah mengaku bersalah di pengadilan Florida dan divonis dalam kasus memfasilitasi prostitusi anak di bawah umur pada 2008.

Rilis dokumen terbaru ini kembali membuka tabir gelap relasi Epstein dengan elite global, sekaligus menimbulkan perdebatan serius mengenai penyebaran klaim sejarah kontroversial yang berpotensi menyesatkan publik.

Pos terkait