Sinergi Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan Pemerintah Pusat Kian Solid, Farhan: Semua Harus Berjalan Seirama

Sinergi Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan Pemerintah Pusat Kian Solid, Farhan: Semua Harus Berjalan Seirama

Faktaindonesianews.com, Bandung – Hubungan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat dalam satu tahun terakhir dinilai semakin kuat dan terarah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan dan menyelesaikan berbagai persoalan strategis di Kota Kembang.

Farhan secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilainya aktif turun langsung ke berbagai daerah. Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk komitmen untuk memastikan program provinsi dan kabupaten/kota berjalan selaras.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang tidak pernah lelah berkeliling ke daerah sehingga selalu ada nyambungnya,” ujar Farhan.

Ia menilai komunikasi yang terbangun secara intensif membuat berbagai isu krusial dapat dibahas dan diselesaikan dalam satu meja koordinasi. Mulai dari persoalan infrastruktur perkotaan, penataan kawasan, hingga pengelolaan kebun binatang, semuanya dibicarakan dalam kerangka kolaboratif yang jelas arah dan targetnya. Hubungan antara wali kota dan gubernur pun disebutnya penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Tak hanya di tingkat provinsi, komunikasi dengan pemerintah pusat juga berjalan dinamis. Farhan mengungkapkan, koordinasi rutin dilakukan dengan jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto. Beberapa kementerian yang intens berkoordinasi antara lain Kementerian Dalam Negeri serta kementerian yang membidangi sektor kreatif dan kebudayaan.

Dalam proses penetapan cagar budaya, misalnya, dukungan dari Kodam III/Siliwangi dan Kementerian Kebudayaan dinilai memberi penguatan legitimasi sekaligus memperlancar koordinasi lintas level pemerintahan. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan dalam satu orkestrasi kebijakan yang saling mendukung.

Farhan menegaskan, banyak program nasional menuntut kesiapan daerah, baik dari sisi anggaran, regulasi, maupun dukungan teknis. Tanpa komunikasi yang selaras, target pembangunan berisiko meleset. Karena itu, ia menekankan pentingnya arah kebijakan yang terintegrasi dari pusat hingga daerah.

“Semua harus berjalan seirama, seiring,” tegasnya.

Dengan komunikasi terbuka dan koordinasi yang semakin solid, Farhan optimistis Kota Bandung mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan secara lebih cepat dan terukur. Menurutnya, kolaborasi antarpemerintahan bukan hanya jargon, tetapi fondasi nyata untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pada akhirnya, kekompakan lintas level inilah yang akan menentukan keberhasilan Bandung dalam melangkah maju dan bersaing di tingkat nasional.

Pos terkait