Speedboat Penyelundup 16 Migran ke Malaysia Ditangkap di Bintan, Balita Ikut Diamankan

Faktaindonesianews.com – Kapal patroli Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam menggagalkan dugaan penyelundupan 16 warga negara Indonesia ke Malaysia melalui perairan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan seorang balita yang berada di dalam speedboat tanpa nama.

Penindakan berlangsung di perairan Lagoi, Bintan, saat speedboat tersebut diduga tengah membawa para migran menuju Malaysia. Petugas sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan kapal yang dicurigai membawa penumpang secara ilegal itu.

Bacaan Lainnya

Untuk menghentikan laju speedboat, tim patroli dilaporkan melepaskan beberapa kali tembakan peringatan. Setelah kapal berhasil dihentikan, petugas menemukan 16 orang yang diduga hendak diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.

Suasana di dalam speedboat menjadi perhatian ketika terdengar tangisan balita setelah petugas berhasil menguasai kapal. Anak tersebut berada bersama para penumpang lain yang diduga menjadi sasaran penyelundupan manusia lintas negara.

PSDKP Batam Gagalkan Dugaan Penyelundupan Manusia

Ketua Tim Kerja Sarana Prasarana dan Operasi Kapal Pengawas PSDKP Batam, Muslani, mengatakan penindakan terhadap dugaan praktik people smuggling dari Indonesia menuju Malaysia itu berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026.

“Penangkapan migran ilegal Indonesia atau people smuggling dari Indonesia ke Malaysia terjadi pada Sabtu (26/9) lalu oleh tim patroli Pangkalan PSDKP Batam,” kata Muslani, Jumat, 9 Oktober 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 15 orang migran dan satu balita yang berada di dalam speedboat. Seluruhnya diduga akan dibawa ke Malaysia melalui jalur laut tanpa prosedur yang semestinya.

Penindakan ini sekaligus menghentikan perjalanan speedboat yang dicurigai digunakan untuk mengangkut para penumpang dalam praktik penyelundupan manusia.

Tiga Orang Diduga ABK Diamankan, Nakhoda Kabur

Selain menyelamatkan para penumpang, petugas patroli juga mengamankan tiga orang yang diduga berperan sebagai anak buah kapal (ABK) speedboat tersebut.

Namun, seorang pria yang diduga sebagai nakhoda berhasil melarikan diri ketika petugas melakukan penindakan. Ia diduga melompat ke laut sehingga tim patroli kehilangan jejak.

“Ini diduga melarikan diri dengan cara meloncat ke laut. Sehingga tim patroli kehilangan jejak,” ujar Muslani.

Petugas selanjutnya membawa kapal dan pihak-pihak yang berhasil diamankan untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut. Dugaan keterlibatan ketiga ABK dalam penyelundupan manusia juga akan didalami oleh aparat penegak hukum.

Belasan Migran Diserahkan ke BP3MI Kepri

Setelah operasi selesai, 16 orang yang diduga menjadi korban atau sasaran penyelundupan diserahkan kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau.

Penyerahan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pendataan, pemeriksaan, serta penanganan lebih lanjut terhadap para penumpang yang keberangkatannya ke Malaysia berhasil digagalkan.

Sementara itu, tiga orang yang diduga sebagai ABK speedboat diserahkan kepada Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan. Aparat kepolisian akan mendalami dugaan peran mereka dalam aktivitas pengangkutan migran secara ilegal.

Adapun pria yang diduga sebagai nakhoda masih belum berhasil ditemukan setelah melompat ke laut saat penindakan berlangsung.

Pos terkait