Tak Hanya Serius, Konkab PGRI Ciamis Juga Jadi Ajang Kebersamaan Guru

PANGANDARAN, Faktaindonesianews.com – Konferensi bukan harus selalu kaku dan formal. Hal itu dibuktikan oleh PGRI Kabupaten Ciamis dalam pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konkab) masa bakti 2025–2030 yang digelar di Pangandaran pada Senin (30/6/2025).

Bacaan Lainnya

Bertempat di Aula Hotel Sinar Rahayu 4, kegiatan ini menjadi wadah serius untuk menentukan arah organisasi, namun tetap terasa hangat sebagai momen kebersamaan para guru.

Ketua Panitia, Nanang Budiawan, mengatakan bahwa konferensi kali ini tidak hanya menghadirkan pengurus cabang dan ranting dari seluruh Ciamis, tapi juga disaksikan perwakilan dari PGRI Jawa Barat.

“Jumlah peserta mencapai 410 orang, dengan 723 hak suara yang digunakan dalam proses demokratis,” ungkapnya.

Konkab dimulai sejak 28 Juni dengan sesi pleno I–IV di Ciamis, dan berlanjut ke tahap pemilihan di Pangandaran.

Menariknya, pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. “Libur sekolah dimanfaatkan untuk menyatukan suasana kerja organisasi dengan nuansa rekreatif,” ujar Amir, Ketua PGRI Ciamis yang segera mengakhiri masa jabatannya.

Menurut Amir, kegiatan ini menjadi momen menyegarkan setelah rutinitas mengajar yang padat.

Guru-guru yang hadir bisa tetap fokus pada tugas organisasi, sambil menikmati suasana alam Pangandaran.

“Ini juga ajang untuk menyambung silaturahmi. Kita jaga agar setelah pemilihan, tidak ada perpecahan,” ujarnya.

Guru Harus Sejahtera

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, turut hadir memberi dukungan moral kepada peserta.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras pengurus periode sebelumnya.

Dalam pidatonya, ia mengingatkan bahwa siapa pun yang terpilih nanti, tanggung jawab utamanya tetap satu: menyejahterakan guru.

“Kesejahteraan guru itu bukan hanya materi. Tapi juga rasa dihargai, rasa didengarkan. Organisasi seperti PGRI harus bisa jadi jembatan itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Barat, Ahmad Juhana, memberikan semangat kepada seluruh anggota untuk tetap setia dalam berorganisasi.

Ia menekankan pentingnya tiga pilar: loyalitas, akuntabilitas, dan kolaborasi. “Tanpa kebersamaan, organisasi hanya akan jadi nama.

Tapi dengan hati yang menyatu, PGRI bisa jadi kekuatan besar,” ucapnya.

Lebih dari sekadar memilih pemimpin baru, Konkab ini menjadi refleksi bahwa organisasi yang kuat adalah yang bisa tetap serius dalam bekerja, tapi juga tahu kapan harus merayakan kebersamaan.

Di tengah pekerjaan berat para guru, momen seperti ini adalah pelepas penat yang juga menguatkan solidaritas.

Pos terkait