Taylor Swift Cetak Sejarah, Capai 100 Minggu di Puncak Billboard 200 Lewat Album The Life of a Showgirl

Perbedaan tersebut menunjukkan bagaimana popularitas album dapat terakumulasi dalam rentang waktu yang panjang. Setiap album yang berhasil mencapai posisi teratas memberikan kontribusi terhadap total minggu seorang artis di puncak tangga lagu.

Bagi Swift, pencapaian ini juga memperlihatkan kekuatan katalog musiknya. Album orisinal maupun rekaman ulang sama-sama berkontribusi terhadap total pencapaian tersebut, sehingga keberhasilan tidak hanya bertumpu pada karya yang baru dirilis.

Bacaan Lainnya

Bagaimana Billboard 200 Menghitung Popularitas Album?

Billboard 200 merupakan tangga lagu yang memeringkat album paling populer di Amerika Serikat berdasarkan konsumsi musik selama periode mingguan. Penghitungan dilakukan menggunakan data dari Luminate dengan menggabungkan beberapa indikator utama.

Indikator tersebut meliputi penjualan album, track equivalent albums (TEA), serta streaming equivalent albums (SEA).

Penjualan album menjadi salah satu komponen penghitungan, sedangkan TEA memperhitungkan pembelian lagu individual yang berasal dari suatu album. Adapun SEA mengukur aktivitas streaming lagu-lagu yang terdapat dalam album tersebut.

Dalam sistem konversi yang dijelaskan pada laporan sumber, satu unit setara album dapat mewakili satu penjualan album, 10 penjualan lagu individual dari album yang sama, atau sejumlah aktivitas streaming resmi sesuai kategori layanan.

Untuk streaming yang didukung iklan, konversinya disebut setara dengan 2.500 pemutaran audio dan video resmi sesuai ketentuan penghitungan. Sementara itu, streaming berbayar atau berbasis langganan menggunakan rasio 1.000 pemutaran.

Sistem tersebut membuat posisi sebuah album di Billboard 200 mencerminkan gabungan sejumlah bentuk konsumsi musik, bukan sekadar jumlah album fisik yang terjual.

Pos terkait