Terlalu Sering Minum Matcha? Waspadai 6 Efek Samping Ini bagi Kesehatan

Terlalu Sering Minum Matcha? Waspadai 6 Efek Samping Ini bagi Kesehatan

Faktaindonesianews.com – Matcha memang memiliki rasa yang lebih pahit dibandingkan teh hijau biasa. Namun, popularitas matcha justru terus meningkat. Banyak orang mengolahnya menjadi minuman kekinian hingga dessert karena rasanya khas dan manfaat kesehatannya melimpah.

Matcha kaya antioksidan, terutama katekin dan L-theanine, yang mampu memberikan energi stabil tanpa lonjakan drastis seperti kopi. Kandungan ini juga membantu menciptakan efek relaksasi sekaligus fokus. Selain itu, matcha mengandung berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, mengonsumsi matcha secara berlebihan justru bisa memicu efek samping. Kandungan katekin, tanin, dan kafein di dalamnya perlu diperhatikan agar manfaatnya tetap optimal.

Efek Samping Terlalu Banyak Minum Matcha

Berikut beberapa dampak negatif yang bisa muncul jika kamu mengonsumsi matcha secara berlebihan.

1. Menghambat Penyerapan Mineral

Konsumsi matcha berlebihan dapat mengganggu penyerapan mineral penting, seperti zat besi dan kalsium.

Mengutip Times of India, kandungan tanin yang tinggi dalam matcha dapat menghambat penyerapan mineral tersebut. Jika berlangsung lama, kondisi ini berisiko memicu kelelahan, daya tahan tubuh menurun, hingga masalah kesehatan tulang.

2. Memicu Gangguan Tidur

Matcha mengandung sekitar 70–76 mg kafein per 2 gram bubuk matcha berkualitas. Asupan kafein yang berlebihan bisa menyebabkan sulit tidur atau kualitas tidur menurun.

Untuk mencegah gangguan tidur, sebaiknya konsumsi matcha hanya pada pagi atau siang hari.

3. Meningkatkan Kecemasan dan Detak Jantung

Asupan kafein berlebih dapat menstimulasi sistem saraf secara berlebihan. Akibatnya, tubuh bisa mengalami gelisah, cemas, hingga detak jantung yang lebih cepat.

Orang yang sensitif terhadap kafein cenderung lebih mudah merasakan efek ini, terutama jika minum matcha beberapa kali dalam sehari.

4. Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Kandungan tanin dan katekin yang tinggi dalam matcha dapat mengiritasi lambung, terutama jika diminum saat perut kosong.

Efek samping yang muncul antara lain mual, kram perut, diare, atau sembelit. Jika perutmu sensitif, sebaiknya konsumsi matcha setelah makan.

5. Berisiko Meningkatkan Tekanan Darah

Meski terkenal menyehatkan, konsumsi matcha berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Bagi penderita hipertensi, sangat penting untuk membatasi asupan matcha.

6. Berpotensi Mengganggu Fungsi Hati

Mengutip Verywell Health, matcha mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan kuat yang bermanfaat bagi tubuh.

Namun, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, lebih dari 800 mg per hari, EGCG dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi hati. Gejalanya meliputi:

  • Nyeri di perut kanan atas

  • Urine berwarna gelap

  • Kulit atau mata menguning

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke dokter.

Pos terkait