Wali Kota Bandung Ajak Orang Tua Dukung Anak Berani Tampil di Panggung Seni

Wali Kota Bandung Ajak Orang Tua Dukung Anak Berani Tampil di Panggung Seni

Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak para orang tua dan penonton untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak yang berani tampil di atas panggung seni. Menurutnya, panggung bukan sekadar ruang pertunjukan, tetapi menjadi ruang pembelajaran penting bagi anak-anak untuk menguji diri, membangun keberanian, serta menghadapi rasa takut sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Drama Musical Gebyar Santa Angela dalam rangka Hari Raya Santa Angela sekaligus peringatan 120 tahun Santa Angela Bandung, yang digelar di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Sabtu (24/1/2026). Di hadapan para penonton, Farhan menekankan bahwa keberanian anak-anak untuk tampil patut diapresiasi, apa pun hasil penampilannya.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak kita ini sedang menguji dirinya sendiri untuk tampil di depan orang-orang yang jelas adalah number one fans mereka. Sampai hari ini, number one fans saya adalah ibu saya,” ujar Farhan.

Ia menilai, kehadiran orang tua dan keluarga di dalam ruangan tersebut memiliki makna besar bagi anak-anak yang tampil. Dukungan sederhana seperti tepuk tangan dan ekspresi positif mampu meningkatkan rasa percaya diri mereka, terutama bagi yang baru pertama kali naik panggung.

Farhan bahkan meminta penonton untuk tetap memberikan apresiasi meski anak-anak melakukan kesalahan saat tampil.

“Kalau kelihatan ada salah, tepuk tangan saja. Nervous itu luar biasa, apalagi bagi yang pertama kali naik panggung,” katanya.

Menurut Farhan, rasa takut salah, takut lupa, dan takut dinilai adalah bagian alami dari proses belajar. Justru melalui pengalaman itulah anak-anak belajar mengenali diri dan mengembangkan mental yang kuat.

Ia menjelaskan bahwa panggung seni menjadi tempat anak-anak berlatih menghadapi “voice of fear”, yaitu suara ketakutan dari dalam diri yang sering kali menghambat seseorang untuk melangkah maju.

“Ini cara paling positif dan progresif untuk melawan rasa takut itu,” ujarnya.

Selain ketakutan internal, Farhan juga menyinggung adanya “voice of cynicism” atau suara sinisme yang datang dari luar, terutama dari penonton. Ia mengingatkan bahwa meskipun setiap orang berhak menilai sebuah pertunjukan, anak-anak yang sedang belajar lebih membutuhkan dukungan, empati, dan ruang aman untuk bertumbuh.

“Biarkan mereka belajar menghadapi ketakutan dan berhadapan dengan penilaian orang lain. Itu hal yang biasa dalam dunia nyata,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga berbagi kisah pribadinya sebagai alumni Santa Angela, tepatnya dari kursus bahasa Inggris yang pernah ia ikuti. Pengalaman tersebut, menurutnya, turut membentuk keberanian dan kepercayaan diri dalam perjalanan hidupnya.

Menutup sambutannya, Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara serta para orang tua yang terus mendampingi anak-anak dalam proses belajar melalui seni.

Pos terkait