Wali Kota Bandung Ajak Warga Perkuat Spiritual Lewat Kajian Dhuha di Masjid Agung

Faktaindonesianews.com, Bandung – Muhammad Farhan berharap kegiatan Kajian Dhuha di Masjid Agung Alun-alun Bandung dapat menjadi ruang ikhtiar spiritual bersama dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi Kota Bandung. Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Kajian Dhuha bertema “Dhuha, Dzikir, dan Ikhtiar Membangun Kota Wujudkan Bandung Utama”, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Farhan, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan teknokratis maupun kebijakan publik semata. Ia menilai penguatan spiritual, kebersamaan, dan pendekatan batiniah masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan kota yang lebih baik dan harmonis.

Bacaan Lainnya

“Lewat kajian ini, saya ingin mengajak bapak ibu semuanya untuk zikir, tawadu dan ikhtiar bersama-sama lewat pendekatan batiniah paling dalam,” ujar Farhan.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan mengungkapkan bahwa Kota Bandung saat ini menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Mulai dari persoalan kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk, masalah sampah, hingga ketimpangan sosial ekonomi yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, dengan luas wilayah sekitar 170 kilometer persegi, Kota Bandung dihuni sekitar 2,8 juta orang setiap harinya. Jumlah tersebut belum termasuk para komuter dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk bekerja maupun berwisata.

Menurut Farhan, tingginya mobilitas masyarakat menunjukkan bahwa Kota Bandung memiliki daya tarik yang besar sebagai pusat ekonomi, pendidikan, hingga destinasi wisata di Jawa Barat.

“Kota Bandung memiliki daya tarik yang sangat tinggi sehingga jutaan orang datang ke Kota Bandung,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan berpikir jernih dalam menyelesaikan setiap persoalan kota. Ia menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi bersama.

“Solusi adalah ketika hati dan akal kita bersatu. Masalah adalah ketika harapan dan kenyataan berbeda,” tuturnya.

Farhan juga menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Dhuha akan dirutinkan setiap bulan di Masjid Agung Alun-alun Bandung. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Bandung.

Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan dan ketenangan batin di tengah kesibukan kehidupan perkotaan.

“Yang penting masjid ini harus selalu makmur dan menjadi tempat kita kembali ketika di hari-hari kerja kita berjuang dalam urusan duniawi,” ujarnya.

Pos terkait