Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan sektor kesehatan masih menghadapi tantangan besar, terutama tingginya kasus tuberkulosis (TBC). Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan baru, Sony Adam, untuk segera bergerak cepat menekan angka prevalensi TBC yang tergolong salah satu tertinggi di Jawa Barat.
“Tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah tingginya prevalensi TBC di Kota Bandung. Bahkan termasuk salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Hal ini harus kita sikapi dengan layanan kesehatan yang tinggi dan luar biasa,” kata Farhan dalam pelantikan pejabat di Balai Kota Bandung, Rabu (3/9/2025).
Farhan mendorong program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperluas agar mampu mendeteksi dini kasus TBC. Ia menekankan pasien yang sudah teridentifikasi harus langsung mendapat pengobatan hingga tuntas.
“Pengobatannya memang murah, tetapi konsistensi pasien menjalani pengobatan tidaklah mudah,” ujarnya.
Selain itu, Farhan meminta agar pelayanan Puskesmas diperkuat, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah blank spot. Menurutnya, akses kesehatan harus merata, tanpa terkecuali.
Ia juga menyinggung pentingnya peran tenaga kesehatan fungsional seperti bidan dan perawat yang menjadi garda terdepan pelayanan publik. Interaksi mereka dengan warga, kata Farhan, menjadi wajah nyata pemerintah.
“Bagaimana perawat dan bidan melayani pasien akan mencerminkan kualitas layanan kesehatan Kota Bandung. Itu adalah wajah nyata pemerintahan,” tegasnya.
Farhan berharap jajaran Dinas Kesehatan mampu menghadirkan terobosan signifikan, tidak hanya menekan kasus TBC, tetapi juga menurunkan angka stunting serta mengurangi penyakit degeneratif di Kota Bandung.
“Mari jadikan kesehatan sebagai prioritas, karena masyarakat yang sehat adalah fondasi bagi Bandung yang maju,” pungkasnya.
