Wali Kota Bandung Tekankan Peran Strategis RW dalam Menyelesaikan Persoalan Dasar Perkotaan

Wali Kota Bandung Tekankan Peran Strategis RW dalam Menyelesaikan Persoalan Dasar Perkotaan

Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya penguatan peran RW (Rukun Warga) sebagai garda terdepan dalam menangani persoalan mendasar perkotaan, mulai dari sanitasi, air bersih, hingga pengelolaan sampah. Menurutnya, pembangunan kota yang berkelanjutan harus dimulai dari pemetaan masalah paling dasar di lingkungan tempat warga tinggal.

Penegasan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Siskamling Siaga Bencana ke-72 di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Senin, 12 Januari 2026. Dalam forum tersebut, Farhan menekankan bahwa persoalan kota yang tampak besar di permukaan sering kali berakar dari masalah sederhana di tingkat RW.

Bacaan Lainnya

“Masalah kota itu terlihat besar, tapi akar persoalannya ada di RW. Kalau sanitasi, air, dan sampahnya beres di RW, kota akan jauh lebih sehat,” ujar Farhan di hadapan warga.

Farhan menilai, penguatan RW tidak hanya soal kewenangan, tetapi juga soal data, perencanaan, dan kedisiplinan administrasi. Ia menyebut, Pemerintah Kota Bandung saat ini telah memiliki basis data kewilayahan hingga tingkat RW melalui Layanan Catatan Informasi RW (LaciRW). Dengan total 1.597 RW dan sekitar 9.600 RT yang telah terdata dan tengah diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki data lengkap hingga level kewilayahan.

“Dengan data ini, kebijakan tidak lagi dibuat berdasarkan asumsi, tapi berdasarkan kebutuhan nyata tiap wilayah,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Lebak Siliwangi Budi Rukmana melaporkan bahwa kondisi wilayah secara umum relatif kondusif. Beberapa kejadian seperti kebakaran, abrasi Sungai Cikapundung, longsor, dan pohon tumbang dapat ditangani cepat oleh dinas terkait. Meski demikian, masih terdapat potensi risiko, khususnya di RW 8, berupa pohon besar yang rawan tumbang serta kawasan bantaran sungai yang membutuhkan pengawasan lebih lanjut.

Menanggapi laporan tersebut, Farhan memastikan akan dilakukan survei lapangan langsung untuk memastikan penanganan tepat sasaran. “Hari ini kita cek langsung RW 8. Kita lihat kondisi pohon, sanitasi, dan aliran sungainya. Besok kita evaluasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengapresiasi pelaksanaan Program Prakarsa RW di Lebak Siliwangi yang telah dimanfaatkan untuk pembangunan sarana publik. Namun ia mengingatkan bahwa perencanaan anggaran harus konsisten sejak awal dan tidak boleh diubah di tengah jalan demi menjaga akuntabilitas dan menghindari persoalan administrasi.

Isu rumah tanpa septic tank turut menjadi perhatian serius. Farhan menegaskan, sanitasi buruk berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan balita, serta berkontribusi pada stunting. Selain itu, persoalan air bersih juga menjadi tantangan besar akibat keterbatasan sumber air baku dan tingginya kebocoran pipa PDAM yang memerlukan investasi berkelanjutan.

Pos terkait