Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan para veteran tidak pernah mengenal kata pensiun. Menurutnya, kontribusi veteran tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus hidup sebagai sumber inspirasi, keteladanan, dan pengingat akan arti pengabdian bagi bangsa dan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Senin, 12 Januari 2026. Dalam sambutannya, Farhan menekankan bahwa semangat juang para veteran harus terus diwariskan kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Veteran tidak pernah pensiun dalam mengabdi untuk bangsa. Nilai perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan harus terus hidup dan menjadi mercusuar bagi generasi muda,” ujar Farhan.
Ia juga menyinggung makna historis kawasan Jalan Aceh, tempat berdirinya Kantor LVRI Kota Bandung. Kawasan tersebut, menurut Farhan, bukan sekadar lokasi fisik, melainkan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang sarat dengan nilai perjuangan dan nasionalisme.
Farhan menilai, sejarah perjuangan para veteran tidak boleh hanya dijadikan kenangan seremonial. Nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, agar semangat pengabdian, persatuan, dan cinta tanah air tidak terkikis oleh perubahan zaman.
Lebih lanjut, Farhan memastikan bahwa penghormatan kepada veteran tidak boleh berhenti pada simbol dan upacara semata. Pemerintah Kota Bandung, kata dia, berkomitmen mewujudkan penghargaan tersebut melalui perhatian nyata terhadap kesejahteraan para veteran.
Pemkot Bandung akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan para veteran mendapatkan perhatian yang layak dan setara. Farhan menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi dalam memberikan penghormatan kepada para pejuang bangsa.
“Penghormatan kepada veteran adalah tanggung jawab moral dan konstitusional. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan tidak melakukan diskriminasi terhadap para veteran di Kota Bandung,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LVRI Kota Bandung, Patmo N.W., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang konsisten diberikan Pemerintah Kota Bandung sejak dirinya mulai bertugas pada 2016. Ia memaparkan perjalanan LVRI Kota Bandung dalam membangun dan memperkuat organisasi, termasuk renovasi gedung serta penguatan kelembagaan yang dilakukan secara bertahap.
Menurut Patmo, sinergi antara LVRI, Pemkot Bandung, dan DPRD Kota Bandung menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan organisasi dan peran veteran di tengah masyarakat. Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut agar LVRI Kota Bandung dapat berkiprah lebih luas.
“Mudah-mudahan dengan sinergi bersama pemerintah dan DPRD, kami bisa melaksanakan kegiatan nasional di Jakarta. Mohon bantuannya agar LVRI Kota Bandung bisa berperan di tingkat nasional,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dibacakan amanat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LVRI, yang menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa, mewariskan nilai-nilai kejuangan 1945, serta memperkuat kepedulian sosial, khususnya dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan bencana alam.
Peringatan HUT ke-69 LVRI tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian terhadap Bencana, Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini menjadi pengingat bahwa semangat juang veteran harus terus menjadi kekuatan moral dalam membangun bangsa ke arah masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat tersebut, LVRI diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah, menjaga persatuan nasional, memperkuat nilai kebangsaan, serta menanamkan semangat cinta tanah air kepada generasi penerus, sehingga warisan perjuangan para veteran tetap hidup dan relevan sepanjang zaman.






