Faktaindonesianews.com, Ciamis – Menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 856 calon jemaah haji asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, resmi memulai rangkaian manasik haji tingkat kabupaten. Kegiatan ini digelar di Gedung KH Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis pada Rabu (1/4/2026), sebagai bekal penting sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kegiatan manasik tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga menuntut kesiapan fisik yang matang. Ia mengingatkan para jemaah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, terutama menghadapi perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Ibadah haji itu menuntut raga yang kuat. Saya minta bapak dan ibu mulai meluruskan niat hanya karena Allah, sembari menjaga kesehatan fisik secara serius dari sekarang,” tegas Herdiat.
Selain itu, Herdiat juga menyinggung kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tengah menjadi perhatian dunia. Meski demikian, ia berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan, baik dari sisi teknis maupun keamanan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Ciamis, Nana Supriatna, menjelaskan bahwa jumlah jemaah tahun ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. Awalnya tercatat sekitar 710 orang, namun bertambah menjadi 856 jemaah akibat optimalisasi dari cadangan dan mutasi masuk.
“Total jemaah haji asal Ciamis tahun ini sebanyak 856 peserta,” jelas Nana.
Para jemaah tersebut nantinya akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yakni kloter 15 dan kloter 31. Keberagaman usia juga menjadi perhatian, dengan jemaah termuda berusia 17 tahun dan tertua mencapai 96 tahun.
Menurut Nana, pelaksanaan manasik haji menjadi fase yang sangat krusial. Melalui kegiatan ini, para jemaah dibekali pemahaman teknis serta simulasi ibadah yang mendekati kondisi sebenarnya di Makkah dan Madinah. Tujuannya agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara mandiri dan tidak selalu bergantung pada pembimbing.
“Target kita adalah jemaah yang mandiri dan tertib. Dengan bekal ilmu yang matang, insya Allah mereka bisa menjalankan ibadah dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh menjelang keberangkatan, salah satunya dengan rutin berolahraga dan menjaga pola hidup sehat.
“Intinya jaga kesehatan dan menjaga ritme,” pesannya.






